Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 13:11 WIB

Tiket Pesawat Mahal, JK Tunjuk Dolar AS

Senin, 14 Januari 2019 | 13:40 WIB
Tiket Pesawat Mahal, JK Tunjuk Dolar AS
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (tengah) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Ketua IKA UNDIP sekaligus Dirut BTN Maryono (kanan) - (Foto: Inilahcom/Wirasatria)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait mahalnya tiket transportasi udara untuk rute tertentu, Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla ikutan komentar. Begini kata dia.

JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, bilang, kenaikan tarif tiket pesawat adalah wajar. Karena menyesuaikan dengan nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Yang memengaruhi biaya perawatan dan pembelian bahan bakar.

"Kita juga mengetahui bahwa mereka (maskapai) membayar (dengan) dolar, membeli pesawat dengan dolar, membeli avtur dengan dolar, tapi tarifnya (tiket) rupiah. Maka, mau tidak mau harus ada penyesuaian-penyesuaian secara bertahap," kata JK usai membuka Seminar dan Dialog Perhimpunan Organisasi Alumni Nasional Perguruan Tinggi negeri (HIMPUNI) di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Penyesuaian tarif tiket pesawat tersebut, kata dia, harus dilakukan agar kegiatan operasional perusahaan penerbangan, tetap berjalan. Di tengah masih kuatnya US$ terhadap rupiah.

Apabila tarif tiket pesawat dipertankan murah, lanjut JK, bisa saja berdampak pada lesunya industri maskapai. Ujung-ujungnya berakibat kepada bangkrutnya maskapai penerbangan.

"Karena kalau tidak (disesuaikan), bisa saja kita nikmati hari ini begitu banyak pesawat terbang, tapi kita tahu juga berapa nanti perusahaan yang bangkrut, yang berhenti," lanjutnya.

Dengan dampak tersebut, maka pada akhirnya perusahaan penerbangan di Indonesia dapat dikuasai oleh maskapai tertentu saja. Sehingga, hal itu pun dapat berakibat pada kenaikan tarif tiket pesawat.

"Kalau nanti (ada) yang berhenti bagaimana? Tarif akan lebih tinggi lagi, kalau monopoli. Hati-hati juga, kita harus mempertimbangkan unsur itu, unsur kepentingan konsumen tapi juga memperhatikan unsur perusahaan," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah maskapai di tanah air, menaikkan tarif tiket transportasi udara. Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat, yang salah satunya ada warga Banda Aceh memilih penerbangan transit ke Malaysia untuk tujuan Jakarta karena lebih murah dibandingkan menggunakan rute langsung Aceh-Jakarta.[tar]

Komentar

x