Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 14:57 WIB

Tiket Pesawat Mahal Biang Kerok Pertumbuhan Kontet

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 14 Januari 2019 | 14:18 WIB
Tiket Pesawat Mahal Biang Kerok Pertumbuhan Kontet
Ekonom dari Institute for Development on Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Meroketnya harga tiket pesawat ditambag bagasi berbayar, bakal mengerek inflasi makin tinggi. Ingat, dampaknya bisa ke mana-mana lho.

Ekonom dari Institute for Development on Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan, inflasi Januari 2019 bisa terkerek lantaran meroketnya harga tiket pesawat.

Tarif angkutan udara atau tiket pesawat pada 2017, kata Bhima, berada di urutan 16 yang memengaruhi inflasi. Sementara pada 2018, indikator ini berada di peringkat 6.

"Dari data BPS tahun 2017, tarif angkutan udara itu adalah penyumbang inflasi nomor 16. Pada 2018, melompat ke nomor 6. Bisa dibayangkan dari peringkat 16 ke 6, lompat 10 peringkat. Ke depan, tren tarif angkutan bakal sangat menentukan inflasi," kata Bhima saat dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Bhima bilang, kenaikan harga tiket pesawat, memang tidak terlepas dari kenaikan harga avtur. Padahal, harga minyak mentah sudah mulai menurun dibandingkan tahun lalu. "Jadi mau enggak mau, walaupun peak season sudah lewat tetap maskapai lakukan adjustment tarif avtur dari kontrak," jelasnya.

Soal bagasi berbayar, kata dia, pastilah turut memengaruhi laju inflasi. Misalnya, bagasi seberat 10 kg dikenakan biaya Rp500 ribu. Tentunya memberatkan konsumen."Ini kan bisa lebih mahal dari harga tiketnya sendiri, pastinya juga akan beratribusi sendiri terhadap peningkatan inflasi," katanya.

Pada Desember 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi sebesar 0,62% (month to month/mtm). Laju inflasi ini meningkat ketimbang November yang mencapai 0,27%.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga seluruh indeks kelompok pengeluaran. Terutama kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. serta kelompok bahan makanan.

"Secara umum inflasi Desember 0,62% ini dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Itu tiga komponen utama," kata Kecuk.

Secara rinci, Kecuk bilang, kelompok bahan makan mengalami inflasi terbesar yakni 1,45%. Berkontribusi terhadap inflasi nasional sebesar 0,29%. Masalahnya, ketika inflasi tak terkendali berdampak kepada banyak hal. Termasuk pertumbuhan ekonomi yang tahun ini diproyeksikan bisa mencapai 5,3%.[ipe]

Komentar

Embed Widget
x