Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 14:57 WIB

Aturan Bagasi Potensi Langgar TBA, Budi Diam Saja?

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 14 Januari 2019 | 15:35 WIB
Aturan Bagasi Potensi Langgar TBA, Budi Diam Saja?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dua maskapai, Lion Air dan Citilink mengenakan kebijakan baru yakni bagasi berbayar. Aturan ini berbau kenaikan tarif terselubung.

"Bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Celakannya, kebijakan ini malah mendapat lampu hijau dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Meskipun diberikan waktu dua minggu untuk sosialisasi.

Bagi YLKI, ini bukan perkara sosialisasi saja, tetapi menyangkut hak konsumen yang berpotensi dilanggar. Sebab faktualnya, pengenaan bagasi berbayar pengeluaran konsumen untuk biaya transportasi udara, menjadi naik signifikan.

Kata dia, pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan tarif batas atas (TBA). Seharusnya, Kemenhub bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar, namun juga mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaannya.

"Jika tak diatur diawasi, pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena maskapai, karena hal tersebut bisa menyundul tarif batas atas bahkan menyundul tarif maskapai yang selama ini menerapkan full services policy seperti Garuda, dan Batik," ujar dia.

Padahal, service yang diberikan Lion Air, dan nantinya Citilink masih berbasis Low Cost Carrier (LCC). Ini jelas tindakan tidak adil bagi konsumen. "Kalau bagasi berbayar diterapkan tanpa standar harga yang jelas, lalu apa gunanya kebijakan tarif batas atas dan batas bawah pada pesawat?" Kata dia.

Dengan demikian, YLKI meminta Menteri Perhubungan untuk membatalkan rencana kedua maskapai tersebut menerapkan kebijakan bagasi berbayar. Jangan sampai konsumen pesawat udara menjadi korban jasa pesawat udara yang dari riil tarif adalah kategori full services, tetapi kualitas pelayanannya masih kategori LCC. [ipe]

Komentar

x