Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:16 WIB

Bagasi Berbayar Langgar Hak Konsumen Pak Menteri..

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 14 Januari 2019 | 17:09 WIB

Berita Terkait

Bagasi Berbayar Langgar Hak Konsumen Pak Menteri..
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penerapan bagasi berbayar oleh Citilink dan Lion Air dinilai melanggar hak konsumen. Demikian disampaikan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

"Pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas atas tarif pesawat," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Anehnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan lampu hijau untuk hal tersebut. Hanya saja, diperlukan waktu dua minggu untuk sosialisasi mengenai kebijakan itu.

Menurut Tulus, hal ini bukan perkara sosialisasi, tetapi menyangkut hak konsumen yang berpotensi dilanggar. "Sebab faktualnya pengenaan bagasi berbayar pengeluaran konsumen untuk biaya transportasi pesawat menjadi naik," ujar dia.

Dengan demikian, dia menilai, bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung. "Pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas atas tarif pesawat," kata dia.

Seharusnya, tekan dia, Kemenhub bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar, tetapi juga mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaan bagasi berbayar tersebut.

Pasalnya, pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena maskapai, karena hal tersebut bisa menyundul tarif batas atas bahkan menyundul tarif maskapai yang selama ini menerapkan full services policy, seperti Garuda, dan Batik. "Sementara service yang diberikan Lion Air, dan nantinya Citilink masih berbasis Low Cost Carrier," ujar dia.

Kata dia, hal ini jelas tindakan tidak adil bagi konsumen. Kalau bagasi berbayar diterapkan tanpa standar harga yang jelas, lalu apa gunanya kebijakan tarif batas atas dan batas bawah pada pesawat. Oleh karena itu, YLKI meminta Menteri Perhubungan untuk membatalkan rencana kedua maskapai tersebut menerapkan kebijakan bagasi berbayar.

"Jangan sampai konsumen pesawat udara menjadi korban jasa pesawat udara yang dari riil tarif adalah kategori full services, tetapi kualitas pelayanannya masih kategori LCC," kata dia. [ipe]


Komentar

x