Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:18 WIB

Rasio Cadangan Migas 2018 Berhasil Lampaui Target

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 15 Januari 2019 | 02:09 WIB

Berita Terkait

Rasio Cadangan Migas 2018 Berhasil Lampaui Target
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, memaparkan rasio cadangan pengganti migas di Indonesia dalam setahun terakhir. Begini penjelasannya.

Dari 5 persetujuan proposal pengembangan (plant of development/POD) I, mencapai 542 juta barrel oil (mmbo) untuk minyak, dan 555 juta standard cubic feet (bscf) untuk gas.

Dan, perbandingan antara cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang ditemukan dengan yang diproduksikan (Reserve Replecement Ratio/RRR) di Indonesia selama 2018, mencapai 105% dari yang ditargetkan 100% di awal tahun.

Adanya penambahan cadangan tersebut ditandai dengan persetujuaan proposal pengembangan (Plan of Development/POD) I di beberapa lapangan. Sementara itu, total cadangan minyak dan kondensat di Indonesia sebesar 7,51 miliar barel, dan 135,55 trillion standard cubic feet (tscf) untuk gas bumi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan, peningkatan tersebut ditopang persetujuan POD I di lima lapangan. Di mana, empat persetujuan POD I berasal dari PSC Cost Recovery dan satu persetujuan POD I dari PSC Gross Split.

Dari jumlah POD yang disetujui berasal dari Wilayah Kerja (WK) Batanghari, Lapangan North West Kenanga yang dioperatori PT Gregory Gas Perkasa, WK Wain, Lapangan Karamba, Operator PT. Pandawa prima Lestari, WK Kasuri, Lapangan Asap, Kido dan Merah, Opt. Genting Oil Kaasuri Pte, WK South West Bukit Barisan, Lapangan Sinarmar, Opt. PT Riski Bukit Barisan Energi dan WK East Sepinggan, Lapangan Marakes, Eni East Sepinggan Ltd. "Total perkiraan 'government take' yang diterima dari adanya lima persetujuan POD tadi sekitar 3,9 miliar dolar, " ungkap Djoko.

Dalam setahun terakhir, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kegiatan eksplorasi melalui percepatan persetujuan POD I sesuai arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Hasilnya, produksi migas hingga akhir Desember 2018, bisa mencapai 772,25 ribu barrel oil per day (bopd) untuk minyak, dan 7760 mmscfd untuk gas. Artinya, dari 1 barel minyak yang diproduksikan, tingkat pengembalian penggantinya sekitar 1 barel. [ipe]

Komentar

x