Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 02:31 WIB

Tunggu 2021, Pertamina Penyumbang Migas Terbesar

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 15 Januari 2019 | 14:30 WIB
Tunggu 2021, Pertamina Penyumbang Migas Terbesar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap berkontribusi 60% terhadap produksi migas nasional. Setelah resmi mengelola Blok Rokan, Riau, pada 9 Agustus 2021.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menyatakan, Pertamina segera menanamkan investasi setelah ditandatanganinya kontrak kerja sama bagi hasil gross split.

"investasinya di Blok Rokan segera setelah ditandatanginya kontrak, Inshaa Allah secepatnya. Pertamina juga sudah melaporkan sumur-sumur mana yang akan di bor," kata Archandra dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik Dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, sejak Desember 2018, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bergerak cepat agar proses transisi berjalan dengan baik.

Kolaborasi kelompok kerja dari SKK Migas, PT Pertamina (Persero) dan Chevron Pacific Indonesia pun telah dimulai. Hal ini dilakukan untuk membahas persiapan alih kelola, yang secara intensif bekerja menganalisis aspek keteknikan, legal dan komersial untuk berupaya menjaga tingkat produksi Blok Rokan dapat dipertahankan dan di optimalkan, hingga nanti pengelolaan beralih ke Pertamina di tahun 2021.

"Belajar dari pengalaman transisi Blok Mahakam, pembahasan dan persiapan transisi Blok Rokan, dilakukan lebih awal, lebih intensif namun tetap efektif, sehingga diharapkan akan mempercepat proses transisi dengan hasil yang lebih baik. Kolaborasi kelompok kerja di maksud akan semakin di intensifkan di tahun 2019 dan ke depannya," ujar Agung.

Saat ini, produksinya mencapai 207.000 barel per hari, atau setara 26% produksi nasional. Blok Rokan yang memiliki luas areal 6.220 kilometer ini, memiliki 96 lapangan migas. Di mana, tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak berkualitas yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

Sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel. Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk memercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018.

Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x