Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:39 WIB

Awas, Perang Bunga Deposito Antar Bank

Rabu, 16 Januari 2019 | 02:09 WIB

Berita Terkait

Awas, Perang Bunga Deposito Antar Bank
Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Tanbungan Negara Persero Tbk (BTN), Maryono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengkhawatirkan terjadinya perang bunga antar bank. perlu aturan menyangkut suku bunga deposito.

Hal ini disampaikan Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Tanbungan Negara Persero Tbk (BTN), Maryono di Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (15/1/2019). "Kalau tidak diatur, pengetatan likuiditas akan meningkat, dan hal itu tidak bisa memberikan suasana kondusif dan stabil untuk suku bunga," kata Maryono.

Ia meminta, pengaturan suku bunga deposito itu agar dirancang fleksibel dan memperhatikan kepentingan seluruh kelompok bank dari Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I hingga BUKU IV. "Kami butuh aturan, di mana aturan itu harus lebih fleksibel, jadi tidak mengurangi ruang pasar. Bagaimana aturan itu fleksibel dan tidak kaku," kata dia.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi Keuangan DPR, Andreas Edy Susetyo, menilai, kesenjangan likuiditas antar bank bermodal kecil di segmen BUKU I hingga bank bermodal besar di BUKU IV masih terjadi.

Oleh karena itu, perlu dikaji kembali aturan mengenai likuditas yang berdasarkan pembagian kategori bank. Hal itu juga karena jika terjadi pengetatan likuiditas, bank kecil akan sangat terkena dampak.

"Kalau pengaturan dilakukan regulator segala macam, akan dibaca pasar menjadi lain. Tapi saya setuju ada kerangka yang berbeda dari bank BUKU I hingga BUKU IV," kata dia.

OJK sebelumnya pernah mengeluarkan kebijakan supervisi untuk penetapan batas atas bunga deposito pada Maret 2016.

Dalam kebijakan supervisi itu, bank bermodal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun atau BUKU III daitur dalam batas atas (caping) bunga deposito sebesar 100 poin di atas suku bunga acuan BI, sedangkan bank BUKU IV atau yang bermodal inti di atas Rp30 triliun ditetapkan sebesar 75 poin di atas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). [tar]

Komentar

Embed Widget
x