Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:24 WIB

Gasifikasi Batubara

Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Produksi DME

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 17 Januari 2019 | 01:04 WIB

Berita Terkait

Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Produksi DME
Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggandeng perusahaan Amerika Serikat, Air Product dalam membangun pabrik gasifikasi batubara di Pranap, Riau. Rencananya proyek ini dibangun Maret 2019.

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, kerja sama ini adalah langkah strategis bagi semua pihak. Sebab hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional, melalui pemanfaatan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Eter (DME)

"Sekitar 73% LPG masih diimpor, tahun 2017 Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7.11 juta ton LPG. Pabrik gasifikasi batu bara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional," kata Nicke di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Nicke mengatakan, sembari menunggu pabrikasi selesai, Pertamina akan mulai memperkenalkan produk DME ini. Ia menilai masyarakat perlu mengetahui bahwa ada produk yang bisa mengganti Elpiji. Nicke bahkan berjanji harga gas dari DME ini akan lebih murah dari Elpiji.

"Pertamina bisa kasih harga yang lebih murah. Kita akan mulai porsi impor Elpiji dengan DME. Kita masih beli DME nya. Sementara kita bangun proyek ini. Ini jajaki beli DME ini. Kita coba tes dan sosialisasikan ini ke masyarakat," ujar Nicke.

Sementara Menteri BUMN, Rini Soemarno menjelaskan proyek gasifikasi batu bara ini memiliki dua manfaat. Pertama, dengan adanya pabrik gasifikasi batu bara ini bisa mengurangi ketergantungan impor elpiji oleh Pertamina. Ia menjelaskan selama ini 70 persen bahan elpiji harus diimpor oleh Pertamina.

Rini juga menjelaskan manfaat gasifikasi ini bukan hanya ke Pertamina saja, tetapi juga untuk Bukit Asam. BUMN yang memproduksi banyak batu bara ini akan lebih efisien kedepan. Sebab, gasifkasi batubara ini hanya memerlukan batu bara kalori rendah, atau kalori 3.000 kebawah yang selama ini selalu terbuang dan tidak bisa terserap.

"Jadi, ini memang teknologi batubara kita yang kalori rendah kan gak terserap, ini jadi selama in main mouth. Nah ternyata selama ini ada teknolgi yang bisa mengubah batubara ini menjadi gas," ujar Rini.[jat]

Komentar

x