Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 01:05 WIB

Jurus Soyan Kerek Keuntungan Operasional PLN

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 17 Januari 2019 | 12:45 WIB
Jurus Soyan Kerek Keuntungan Operasional PLN
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, kuartal III-2018, perusahaan masih untung operasional sebesar Rp 9,6 triliun. Capaian ini disebutnya cantik.

Angka itu meningkat 13,3% dibandingkan dengan periode yang sama 2017 sebesar Rp 8,5 triliun. Di mana, keuntungan operasional didapat karena ada kenaikan penjualan serta efisiensi dari perusahaan. Ditambah kebijakan pemerintah terkait penetapan harga khusus batubara untuk sektor kelistrikan alias DMO. "Dengan efisiensi-efisiesi operasional kami laba operasional kami masih cantik, laba operasi masih Rp 9,6 triliun," kata Sofyan di Hotel Mulya, Jakarta, Rabu (16/1/2019) malam.

Nah, mengenai potensi rugi sebesar Rp18 triliun merupakan selisih dari pembukuan, karena dolar AS naik. Pembukuan selisih atau rugi kurs karena perusahaan harus membuat laporan kinerja keuangan dalam bentuk mata uang rupiah. Sedangkan PLN ada hutang dalam bentuk dolar AS. "Lho katanya rugi? Itu kurs. Misal kami pinjam 30 juta dolar waktu kami pinjam kursnya 10 ribu, kami bayar 30 tahun lagi. Hari ini kurs Rp 14 ribu," kata dia.

Namun demikian, kata dia, hal itu bukan masalah. Sebab, hutang itu tidak dilunasi pada tahun ini. Melainkan puluhan tahun nanti. Menurut dia, apabila rupiah perkasa nilai itu juga akan mengecil.

"Dibayar kapan? nanti 20 tahun lagi. Tapi karena sistem, dibukukan sekarang, jadi besar. Enggak ada masalah, yang penting operasional kami untung. Clear kan. Kalau Bapak Presiden tahu," ujar dia. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x