Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 06:11 WIB

Pertamina Alokasikan US$2,5 Miliar untuk Investasi

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 18 Januari 2019 | 00:11 WIB

Berita Terkait

Pertamina Alokasikan US$2,5 Miliar untuk Investasi
Direktur Hulu PT Pertamina, Dharmawan Samsu

INILAHCOM, Jakarta - PT. Pertamina (Persero) mengalokasikan dana senilai US$ 2,5 miliar di tahun 2019 ini untuk investasi. Angka investasi ini menurun apabila dibandingkan tahun 2018 yang sebesar US$2,9 miliar.

Direktur Hulu PT Pertamina, Dharmawan Samsu mengatakan, turunnya anggaran investasi ini, bukan berarti perusahaan menurunkan nilai investasi. Sebab, kata dia, ada beberapa proyek investasi yang memang harganya jauh lebih hemat.

"Kenapa turun? bukan turun tapi itu pencapaian realisasi dari aktivitas yang kita targetkan dari awal. Kalau kita mentargetkan 3,1 tapi realisasi 2,9 bukan penurunan investasi. itu ada elemen efisiensi. Jadi yang seharunsya spending nilai tertentu bisa dturunkan," kata Dharmawan di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (17/1/2019).

Menurut dia, Pertamina akan memakai uang investasi ini untuk fokus menggarap beberapa lapangan yang ada di wilayah Kalimantan. Hal ini karena ada banyak blok migas strategis yang dikelola anak usaha Pertamina di daerah tersebut.

Sehingga produksinya bisa diintegrasikan, seperti Blok Mahakam, Sanga-Sanga, Simenggaris, Nunukan, East Kalimantan dan Attaka, juga area asset 5 yang dioperasikan Pertamina EP.

"Kita kan juga akan melakukan EOR pada tahun ini ya untuk meningkatkan produksi," ujar Dharmawan.

Sementara SVP Upstream Strategic Planning & Operation, Ida Yusmiati mengatakan, angka 2,5 miliar dolar banyak digunakan untuk mengelola Blok Produksi dan mengembangkan Blok Eksplorasi. Upaya ini untuk bisa meningkatkan produksi dan menemukan cadangan baru.

Untuk aksi korporasi seperti akuisisi dan merger, Ida sendiri mengatakan Pertamina membuka peluang tersebut selama merupakan kebutuhan Pertamina. Hanya saja, memang kata Ida, Pertamina fokus merawat blok blok untuk bisa mengurangi decline.

"Jika ada peluang MRA di luar indonesia dan peluang ini sesuai kebutuhan energi pertamina, kamiakan tetap mengkaji secara serius. berapa peluang dan berapa investnya kita belum bisa share. 2018 kita tidak melakukan apa apa, kita mengelola fokus ke WK terminasi," ujar Ida.[jat]

Komentar

x