Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 06:04 WIB

Tahun Ini, Target Produksi Pertamina Merunduk

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 18 Januari 2019 | 02:09 WIB

Berita Terkait

Tahun Ini, Target Produksi Pertamina Merunduk
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 922 ribu barel per hari. Di bawah target 2018 sebesar 933 ribu barel per hari.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu mengatakan, perusahaan bukan menurunkan target. Melainkan pada prakteknya Pertamina mengelola sumur sumur yang berusia tua. Sehingga target yang dipasang seperti realisasi produksi migas pada 2018 sebesar 921 ribu barel per hari.

"Memang tantangannya adalah kami mengelola sumur sumur tua. Tapi bukan berarti kita tidak bisa mempertahankan produksi. Meski turun sedikit, kami berusaha di tahun ini kami bisa lebih maksimal," kata Dharmawan di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (17/1/2019).

Dharmawan merinci, target 922 ribu barel per hari tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 414 ribu barel sehari dan 2,9 juta standar kaki kubik (mmscfd).

Kata dia, untuk bisa mencapai target ini, Pertamina akan fokus menggarap lapangan lapangan yang ada di Kalimantan. Sebab, beberapa WK Produksi dan Ekplorasi yang memiliki cadangan potensial berada di wilayah tersebut. Dengan begitu, dia meminta para anak usaha bisa menaikan produksi. "Pada dasarnya semuanya berkomitmen. Kita sama sama berupaya meningkatkan produksi," ujar dia.

Kemudian, mengupayakan operasi dan memaksimalkan produksi lapangan yang ada dengan teknologi EOR. Harapannya dengan teknologi ini maka bisa meningkatkan produksi Pertamina.

"Peningkatan produksi di lapangan eskisting dgn operasi penangan lapangan untuk memasmtikan cadangan yg sudah ditermukan jd produksi. Lalu cadangan blm terbukti jd terbukti." ujar Dharmawan.

Sementara untuk lifting, Pertamina akan meningkatkan lifting. Hal ini untuk bisa mengurangi impor. Lifting minyak pada tahun ini ditargetkan sebesar 735 ribu barel per hari.

Dharmawan menjelaskan, angka lifting memang lebih rendah dari produksi sebab, beberapa WK menggunakan langsung produksi minyaknya untuk melakukan produksi. "Karena sebagian enggak bisa didrive karena dipakai power untuk pompa angkat minyak. Bukan efisiensi," ujar dia. [ipe]

Komentar

x