Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:32 WIB

Impor Migas Tinggi, Menko Ini Klaim B20 Sudah Oke

Jumat, 18 Januari 2019 | 01:09 WIB
Impor Migas Tinggi, Menko Ini Klaim B20 Sudah Oke
Menko Perekonomian, Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian, Darmin Nasution bilang, implementasi kebijakan pencampuran unsur nabati ke dalam biodiesel 20% atau B20, untuk mengurangi impor solar, sudah berjalan dengan baik.

"Perkembangan B20 sudah lumayan baik," katanya saat ditemui seusai rapat koordinasi membahas pengawasan kebijakan B20 di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Darmin mengatakan, peningkatan penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar, terlihat dari realisasi kumulatif penyaluran minyak nabati yang telah melalui proses esterifikasi, atau transesterifikasi (FAME) yang hampir mencapai 90%.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menunjukkan bahwa penyaluran FAME pada 2018, sebesar 3.478.825 kiloliter (KL). Atau 86% dari target penyaluran FAME sebesar 4.041.358 kilo liter (KL).

Rinciannya untuk kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) sebesar 2.720.753 KL, atau 94% sepanjang Januari-Desember 2018. Dan, non-PSO sebanyak 758.072 KL, atau 66% sepanjang September-Desember 2018.

Dengan penggunaan FAME ini, maka minyak sawit bisa dipakai 100% untuk seluruh kendaraan diesel atau digunakan untuk pencampuran dengan solar pada tingkat tertentu, seperti 20%. "Pemerintah sangat mengapresiasi kemajuan kinerja ini," kata Darmin.

Pada 2019, pemerintah menetapkan target penyaluran FAME di kisaran 6,2 juta KL, realisasinya ditargetkan bisa di atas 93%.

Terkait konfigurasi 25 titik serah untuk terminal bahan bakar minyak (TBBM), juga sudah dilakukan pengoperasian dua penyimpanan terapung (floating storage) di Balikpapan, Kaltim, mulai Januari 2019 dengan penerimaan perdana FAME berasal dari PT Wilmar Bioenergi.

Namun, menurut Darmin, penggunaan floating storage di TBBM Tuban, Jatim, masih terkendala karena potensi ranjau laut dan ombak yang besar pada musim barat atau timur. "Sebelum hal ini diatasi, penyaluran FAME yang seyogyanya dilakukan melalui laut ke floating storage Tuban, dialihkan ke beberapa TBBM lain, seperti semula," katanya.

Ya, sah-sah saja kalau Menko Darmin menyebut kewajiban B20 sudah berjalan sesuai harapan. Beleid ini bertujuan untuk mengurangi impor minyak. Yang ujung-ujungnya bisa menyelamatkan neraca perdagangan dari defisit.

Hanya saja, kenyataan berkata lain. Badan pusat Statistik (BPS) merilis defisit neraca perdagangan 2018 sebesar US$8,75 miliar. Terbesar sejak republik ini berdiri. Artinya, impor masih tinggi termasuk dari sektor migas.[tar]

Komentar

x