Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 13:14 WIB

Hadapi Revolusi Industri 4.0, CT Berbagi Jurus

Jumat, 18 Januari 2019 | 04:09 WIB
Hadapi Revolusi Industri 4.0, CT Berbagi Jurus
Chairul Tanjung - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah lama tak terdengar, CEO CT Corp, Pengusaha Chairul Tanjung muncul lagi. Kali ini dia bicara soal kesiapan dunia usaha menghadapi revolusi industri generasi ke-empat (4.0).

Dalam diskusi kuliah umum Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (17/1/2019), pengusaha yang kerap disapa CT itu, mengatakan, inovasi dan kreativitas menuntut siapa pun untuk bisa menang dalam kompetisi di era teknologi seperti saat ini.

"Dalam era 4.0, kompetisi itu berubah. Kalau dulu yang menang itu yang lebih efisien dan produktif, sekarang dengan perubahan teknologi dan generasi, untuk menang butuh inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship," kata CT.

Menurut dia, efisiensi dan produktivitas hanya akan membuat pengusaha sekadar bertahan. Padahal untuk bisa menang bersaing, dibutuhkan inovasi dan kreativitas selain efisiensi dan produktivitas.

"Kita siap tidak? Untuk efisiensi dan produktivitas saja kita belum menang, sekarang tantangannya bertambah. Makanya, kita butuh sumber daya manusia yang luar biasa untuk bisa menang kompetisi dan maju ke depan," tutur mantan Menko Perekonomian itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kuliah umumnya bertajuk Indonesia and The World: Future Trajectory, Opportunity and Challenges, menekankan pentingnya inovasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

JK menyebutkan, inovasi di tengah perubahan teknologi yang ada saat ini diharapkan dalam membuka peluang baru untuk membuka lapangan kerja alih-alih tergantikan oleh teknologi. "Jadi, kita intinya harus berinovasi. Inovasi kepada hal yang baru yang diakibatkan oleh perubahan teknologi," ujarnya.

Kuliah umum yang digelar Universitas Paramadina dan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman itu dihadiri pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, dan Staf Ahli Wapres yang juga pengusaha, Sofjan Wanandi. [tar]

Komentar

Embed Widget
x