Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:53 WIB

Proyek Jaringan Gas Bojonegoro Mundur ke 2020

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 20 Januari 2019 | 15:33 WIB
Proyek Jaringan Gas Bojonegoro Mundur ke 2020
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Proyek jaringan gas untuk sambungan 4.000 rumah tangga di Bojonegoro dimundurkan dari target tahun 2019 ini menjadi 2020.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, DJoko Siswanto mengatakan, dimundurkannya jaringan gas di Bojonegoro dikarenakan belum selesainya kajian di daerah itu. "Kami mundurkan karena kajian belum selesai, nanti akan dimasukkan ke anggaran tahun depan, jadi diundur tahun 2020," kata Djoko baru-baru ini.

Dengan dicoretnya daerah Bojonegoro, maka Kementerian ESDM tahun 2019 ini membangun jargas 17 kota. Total dana yang dibutuhkan senilai Rp799,96 miliar.

Ada 17 kabupaten/kota yang akan menjadi target pembangunan di antaranya adalah kabupaten Aceh Utara sebanyak 5.000 SR, kota Dumai 4.300 SR, lalu kota Jambi 2.000 SR. Berikutnya adalah kota Palembang 6.000 SR.

Kemudian, kota Depok 6.230 SR, kota Bekasi 6.720 SR, kabupaten Karawang 2.681 SR, kabupaten Purwakarta 4.180 SR, kabupaten Cirebon 6.105 SR lalu kabupaten Lamongan 4.000 SR kemudian ada kabupaten dan kota Mojokerto masing-masing 4.000 SR.

Berikutnya adalah kebupaten Pasuruan 4.000 SR, kabupaten Probolinggo 4.000 SR, kabupaten Banggai 4.000 SR, kabupaten Wajo 2.000 SR serta kabupaten Kutai Kertanegara 5.000 SR. "Total jumlah sambungan adalah 74.216 SR," ujar dia.

Selain itu, tahun ini juga akan dilakukan proses kajian Front End Engineering Design (FEED) untuk menetapkan lokasi pembangunan jargas berikutnya. Ada 15 lokasi yang dilakukan FEED, diantaranya kabupaten. Banyuasin, kabupaten Musi Rawas, kabupaten Serang, kota Tangerang, Kota Bogor.

Kemudian, di kabupaten Karawang, kabupaten Purwakarta, kabupaten Probolinggo, kabupaten Pasuruan, kota Mojokerto, kabupaten Mojokerto, kabupaten Lamongan, kabupaten Bojonegoro, kabupaten Kutai Kartanegara, kabupaten Banggai. "Total anggaran untuk kajian ini Rp1,584 miliar," kata dia. [hid]

Komentar

x