Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:17 WIB

Tol Kebanggaan Jokowi Tidak Ramah Kantong

Senin, 21 Januari 2019 | 06:09 WIB

Berita Terkait

Tol Kebanggaan Jokowi Tidak Ramah Kantong
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Semarang - Keberadaan Tol Trans Jawa yang diharapkan bisa ngirit biaya perjalanan, ternyata salah. Lantaran, tarif tol Trans Jawa yang berlaku mulai hari ini (Senin, 21/1/2019), tergolong mahal.

Tak sedang bercanda, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Ngargono menyebut, tarif tol Trans Jawa yang menurut perhitungannya sebesar Rp1.000 per kilometer, tergolong mahal.

"Idealnya, tarif Tol Trans Jawa ini di bawah Rp1.000 per kilometer. Ya antara Rp500 sampai Rp700 per kilometer," ungkap Ngargono, Semarang, Jaw Tengah, minggu (20/1/2019).

Kalau harga mahal untuk Trans Jawa tidak dievaluasi, Ngargono memprediksi, penikmat Tol Trans Jawa tudak akan membkudak. Saat ini, masyarakay semakin cerdas dan kritis dalam mengatur keuangannya. Termasuk menghitung ulang perlu tidaknya memanfaatkan jalur tol Trans Jawa.

Di sisi lain, diskon yang diberikan, sebenarnyajuga belum bisa dihitung sebagai bagian dari benefit yang bisa dinikmati konsumen, mengingat kebijakan potongan harga ini juga ada ketentuannya dan waktunya juga terbatas hanya dua bulan pertama.

Kedua, masih jelasnya, penghematan BBM yang jamak disampaikan, sebenarnya tidak terlalu besar nilainya. Untuk jarak terjauh, penghematannya di bawah 20%.

Selanjutnya Ngargono menceritakan pengalaman ketika melintas di Tol TransJawa rute Semarang-Surabaya, awal 2018. Penghematan BBM yang terjadi tak lebih daru 20%.

Sehingga kalau itu dikonfersi dengan besaran tarif menurutnya tidak terlalu signifikan. "Tetapi memang, untuk waktu tempuhnya bisa dikatakan memang terpangkas hingga 40 persen," tegasnya.

Melalui berbagai pertimbangan tersebut, masih jelas Ngargono, Pemerintah sehausnya juga menghitung. Kalau besaran tarif jalan tol ini jatuhnya Rp 1.000 per kilometer baginya masih terlalu tinggi.

Sebab, hari ini masyarakat saja masih bingung dan menjadi tidak surprise terhadap Jalan Tol Trans Jawa ini. Jadi hampir bisa dikatakan jamak masyarakat --baik yang sudah mencoba maupun yang akan mencoba terlalu mahal.

Sehingga masih banyak di antara mereka yang berasumsi, untuk memilih tetap lewat jalur non tol. Inilah yang menurutnya perlu dipertimbangkan dan hitung- hitungan kuantitatifnya perlu dibicarakan lagi.

Ngargono melihat Tol Trans Jawa yang begitu dibanggakan Presiden Joko Widodo (Joikowi) ini, terlalu dipaksakan. Yang kedua begitu dipaksakan karena kemarin mengejar target, ternyata ada beberapa titik badan jalan yang bermasalah karena faktor hujan.

Dengan adanya beberapaa titik yang masih bermasalah baik di ruas Semarang- Pemalang maupun Salatiga- Surakarta-- menunjukkan kekhawatiran, jangan- jangan ini di berbagai titik lain masih potensi masalahnya juga masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, menurutnya perlu dievaluasi setelah Jalan Tol Trans Jawa dioperasionalkan. "Kendati sudah menjadi keputusan Kementerian PUPR, soal tarif sangat mungkin bisa diturunkan kalau melihat perkembangannya ternyata tingkat pengguna jalan tol ini ternyata tidak signifikan," tandasnya. [tar]

Komentar

x