Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 04:07 WIB

Tol Trans Jawa Kualitas Minim, Tarifnya Maksimal

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 21 Januari 2019 | 17:09 WIB
Tol Trans Jawa Kualitas Minim, Tarifnya Maksimal
Anggota Komisi V DPR, Bambang Haryo Soekartono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi V DPR, Bambang Haryo Soekartono menilai, pembangunan Tol Trans Jawa kurang memenuhi standarisasi. Sebagian besar tolnya tidak diaspal, melainkan coran-semen.

"Dari sisi standarisasi kurang memenuhi syarat. Karena enggak ada di seluruh dunia (jalan tol bahannya) terbuat dari semen," kata Bambang dalam sambungan telpon, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Menurut dia, jalan tol yang tergolong rigid pavement ini akan membahayakan para penggunanya. Karena tipe jalan ini akan lebih banyak mengikis ban. Dan yang paling parah maka akan membuat ban mobil meletus karena terkikis jalan itu.

"Jadi jalan tol rigid pavement, bahan yang tidak boleh secara langsung bersentuhan dengan ban karena namanya rigit. Kalau aspal kan fleksibel. Sehingga dia (jalan rigid pavement) akan merusak ban," ujar dia.

Seharusnya, kata dia, jalan dilapisi lagi dengan aspal. "Kalau standarisasi untuk tingkat kelas tinggi harus dikasi rigid pavement setebal 20 cm terus atasnya dilapisi aspal 5 cm dan itu tidak dilakukan. Padahal tol itu masuk dalam stanarisasi hid grif," kata dia.

Nah, dengan kondisi jalan yang seperti ini, maka seharusnya tarif tidak semahal saat ini. "Akhirnya kalau menggunakan (bahan) ini harusnya jauh lebih murah," kata dia. [ipe]



Komentar

x