Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Februari 2019 | 21:00 WIB

LHK: Pemegang IUPHHK-HA Harus Gunakan SILIN

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 22 Januari 2019 | 13:33 WIB

Berita Terkait

LHK: Pemegang IUPHHK-HA Harus Gunakan SILIN
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meminta penerapan pembangunan hutan melalui teknik Silvikultur Intensif (SILIN) ke depan lebih ditingkatkan lagi.

"Pastikan agar melalui SILIN, target produktivitas kayu hutan alam sebesar 120 m3/ha dengan umur 20 tahun dapat terealisir," kata Siti di kantornya, Selasa (22/1/2019).

Kemudian, kata dia, bagi unit manajemen pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Alam (IUPHHK-HA) melaksanakan SILIN dengan baik. Bagi pemegang IUPHHK-HA tak perlu khawatir hak izinnya dicabut oleh pemerintah.

"Karena pada dasarnya jika unit manajemen memiliki kinerja pengusahaan hutan yang baik termasuk dalam hal pelaksanaan SILIN, maka akan memiliki bobot penilaian kinerja yang tinggi," ujar dia.

Nah, bagi IUPHHK-HA yang baru mulai melaksanakan teknik SILIN, maka sistem silvikultur TPTI yang telah dijalankan agar terus dilaksanakan, dan dirawat dengan baik. Sehingga dapat tercapai sesuai rencana.

Menurut dia, untuk melaksanakan SILIN diperlukan sekitar 10% - 25% dari luasan areal efektif pengusahaan. Dan ke depannya yang akan diandalkan dalam peningkatan produksi hutan alam adalah hasil dari teknik SILIN.

"Karena itu, agar saran dan pertimbangan dari tim pakar terkait penerapan SILIN ini dapat betul-betul dipedomani," ujar dia.

Selain itu persemaian yang dibuat harus baik, sesuai dan memenuhi kaidah ilmu pengetahuan; bibit-bibit yang digunakan harus sesuai standar, dijamin baik kualitasnya dan yang paling penting adalah persentase hidup tinggi. Karena peningkatan produktivitas hutan alam produksi hanya akan tercapai apabila pohon yang ditanam mampu hidup dan tumbuh dengan baik.

Bibit yang ditanam juga harus senantiasa dilakukan perawatan untuk mendapatkan kayu dengan kuantitas dan kualitas yang baik.

Pemerintah mendorong silin, dikarenakan pada tahun-tahun mendatang kebutuhan kayu dunia akan meningkat 3 sampai dengan 4 kali lipat dari sekarang. Oleh karena itu untuk menjamin ketersediaan pasokan kayu melalui peningkatan produktivitas kayu hutan alam, semua unit manajemen harus betul-betul melakukan SILIN.

"Penguatan kebijakan multisistem silvikultur dan teknik Sivikultur Intensif di dalam pengelolaan hutan produksi khususnya di areal izin usaha pemanfaatan hutan alam merupakan strategi jitu dalam upaya meningkatkan produktivitas hutan alam produksi," ujar dia.

Dengan demikian, pemerintah akan terus mendorong penerapan SILIN melalui dukungan regulasi. Kunci penerapan SILIN ini berhasil, diperlukan kerja sama yang baik. Bukan hanya pemerintah, tapi juga para pihak terkait pengelolaan SDA hutan, unit manajemen, lembaga swadaya masyarakat, institusi perguruan tinggi, dan masyarakat.

"Buang jauh-jauh keraguan apakah penerapan SILIN ini akan memberikan hasil atau tidak, sebab masa depan hutan alam produksi Indonesia tergantung pada basis praktek pengelolaan hutan pada saat ini. SILIN tidak boleh berhenti, karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah memebrikan alam yang kaya serta kesempatan yang ada untuk kita terus berikhtiar dan bekerja guna mewujudkan kelola hutan alam produksi yang lestari," kata dia. [hid]

Komentar

x