Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:31 WIB

Gros Split Wamen Arcandra Dipuji Konsultan Asing

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 23 Januari 2019 | 19:50 WIB

Berita Terkait

Gros Split Wamen Arcandra Dipuji Konsultan Asing
Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar

INILAHCOM, Jakarta - Laporan lembaga konsultan energi global, Wood Mackenzie, mengapresiasi perubahan sistem fiskal dari Production Sharing Cost (PSC) cost recovery ke gross split. Laporan ini terbit Januari 2019.

Dalam laporan itu sistem kontrak gross split mendapat sambutan yang positif dari para investor migas. Kebijakan fiskal yang diterapkan oleh sistem gross split juga dinilai positif terhadap investasi migas di Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahara mengaku bangga karena mendapatkan apresiasi tersebut. Pihaknya bersyukur dengan kerja keras dan semua dukungan terhadap sistem gross split terus mengalir dan semakin besar.

"Apresiasi yang diberikan oleh Wood Mackenzie menjadi salah satu bukti bahwa gross split sangat kompetitif untuk menarik investasi migas ke Indonesia," kata Arcandra saat jumpa pers di ESDM, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dia mengatakan dari laporan Wodd Mackenzie, Indonesia, bersama India, disebut telah menyelesaikan satu babak di bawah skema bagi hasil migas yang baru, yakni Gross Split. Respons dari investor, seperti yang disebut dalam laporan tersebut, adalah cukup baik," lanjut Arcandra.

Dalam laporan tersebut, ditampilkan pula 10 Blok Migas yang telah berakhir masa kontraknya pada tahun 2018, yakni Blok Seram Non-Bula, Selawati Kepala Burung, Bula, Kepala Burung, South East Sumatera, East Kalimantan - Attaka, Offshore Mahakam, Sanga-Sanga, Rimau, dan NSO-NSO Extension. Kesepuluh Blok Migas tersebut telah berganti skema bagi hasil, dari yang sebelumnya Cost Recovery, menjadi Gross Split.

Laporan Wood Mackenzie tersebut bahkan belum menampilkan keseluruhan blok migas gross split tahun 2018. Faktanya, hingga akhir tahun 2018 lalu, sudah 36 WK migas yang menggunakan sistem bagi hasil Gross Split.

Perubahan sistem kontrak ke gross split merupakan kebutuhan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain dalam menarik investor. Dengan sistem gross split dimana proses administrasinya sederhana, biaya investasi efisien dan regulasi yang memberi kepastian, ternyata mampu meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor terhadap iklim investasi migas di Indonesia.

Selama 2017-2018 sebanyak 14 wilayah kerja migas berhasil dilelang dengan sistem gross split. Kemudian sejumlah blok-blok migas terminasi yang telah dilakukan perpanjangan kontrak juga menerapkan gross split.

Arcandra mengatakan, sistem gross split juga makin diminati oleh investor eksisting yang sebelumnya menggunakan sistem kontrak cost recovery. Saat ini Eni SpA yang mengelola blok East Sepinggan dan West Natuna Exploration Ltd di blok Duyung telah beralih ke gross split.

Sampai bulan Februari nanti akan ada 5 blok migas lain yang juga memilih beralih ke gross split. Proses peralihan kontrak cost recovery ke gross split akan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

"Dari laporan Wood Mackenzie dapat dilihat bahwa minat investor untuk berinvestasi di Indonesia sangat positif. Ketika di banyak negara lain hanya mampu melelang beberapa blok migas, Indonesia sukses mendapatkan 36 kontrak blok migas dengan gross split hingga akhir 2018," kata dia. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x