Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 01:44 WIB

Industri Sawit Inginkan Sukses B20 Lanjutkan B30

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 24 Januari 2019 | 17:03 WIB
Industri Sawit Inginkan Sukses B20 Lanjutkan B30
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mandatory pencampuran 20% minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dengan solar atau kebijakan B20, diharapkan naik secara bertahap. Naikkan dengan B30.

Sebab, hal itu bukan hanya dapat memperlebar pasar domestik namun juga bisa membantu pemerintah dalam mengurangi impor solar. "Kami mengharapkan campuran fame bisa naik menjadi 30% atau B30 untuk kebutuhan bahan bakar. Dengan begitu ketergantungan terhdap impor solar bisa terus menurun," kata Managing Director Sinas Mas, Gandi Sulistiyanto di Jakarta. Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, mandatori B20 telah mampu menyerap produk turunan kelapa sawit untuk pasar domestik. Dampak ekonomi kebijakan tersebut sangat besar itu karena dapat memangkas impor solar, terlebih mandatori itu bisa ditambah campuran famenya 10% atau menjadi B30.

Menurut dia, kontribusi Sinar Mas yang memiliki pabrik pengolahan fame dengan kapasitas 600ribu kilo liter terhadap mandatori B20 pada 2018 sudah berjalan dengan baik dan menyumbang terhadap realisasi yang bisa sekitar 90% atau sebesar 4.02 juta kilo liter. Hal sama akan diteruskan pada tahun ini yang berdasarkan target pemerintah B20 bisa terserap 6,20 juta kiloliter atau meningkat 58,16 % dari target konsumsi 2018.

"Realsiasi penyerapan B20 tahun ini kita harapkan sesuai target yang diterapkan pemerintah. Selain itu kita harapkan juga black campaign produk turunan kelapa sawit yang terjadi di sejumlah negara bisa berkurang supaya penyerapan ekspor juga meningkat," ujar dia.

Seperti diketahui pemerintah terus mendorong konsumsi bahan bakar solar campuran minyak kelapa sawit 20% atau B20. Sejak program ini diluncurkan di September rata-rata realisasinya 86%.

Untuk menggenjot realisasi B20 pemerintah menyiapkan dua floating storage atau tempat penampungan fame di Balikpapan. Itu untuk menekan hambatan distribusi fame yang ebrdampak langsung pada realsiasi di lapangan. [ipe]

Komentar

x