Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 01:02 WIB

ESDM Sebut Freeport Sudah Bangun Smelter di Gresik

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 24 Januari 2019 | 18:31 WIB
ESDM Sebut Freeport Sudah Bangun Smelter di Gresik
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan PT Freeport Indonesia membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

Kepastian ini setelah Freeport mengirimkan surat pada ESDM mengenai tempat pembangunan smelter.

"Di Gresik, kalau minta pastinya ya pasti di Gresik di situ udah," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Namun Bambang mengaku lupa kapan waktu pemberian surat dari Freeport yang menyatakan pembangunan smelter di Gresik. Yang pasti, perusahaan asal Amerika itu sudah memberikan surat ke ESDM.

"Ada surat (dari Freeport) di Gresik. Enggak hapal (surat) sudah lama," ujar dia.

Mengenai nilai investasi pembangunan, kata dia, masih sama seperti terdahulu. Adapun selama satu tahun kebelakang, kegiatan itu sudah menelan investasi hingga US$100 juta. "(Investasinya masih sama)," ujar dia.

Sekedar diketahui, kemajuan smelter Freeport baru mencapai 2,43% pada Februari 2018 kemarin. Progresnya berupa penimbunan lahan smelter seluas 200 hektar. Adapun kegiatan tersebut menelan investasi hingga US$100 juta.

Berdasarkan rencana kerja hingga Agustus 2017 lalu progres tambahan sebesar 2,75%. Dengan begitu total kemajuan pembangunan smelter mencapai 5,18%. Rencana kerja pembangunan pada tahun 2018 antara lain berupa stabilitas lahan pondasi, menyusun studi kelayakan, dan perencanaan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Diperkirakan dana yang dikucurkan selama satu tahun ini sebesar US$110 juta. Pada 2019 ini pembangunan akan memasuki tahap konstruksi.

Adapun lokasi pembangunan smelter Freeport berada di kawasan industri Gresik, Jawa Timur yakni java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Freeport sebenarnya mulai membangun smelter sejak 2014 silam. Pembangunan smelter itu seiring dengan kebijakan pemerintah yang hanya mengizinkan mineral hasil olahan untuk diekspor.

Lokasi smelter kala itu menyewa lahan milik PT Petrokimia Gresik. Namun pada 2017 kemarin lokasi berpindah ke JIIPE. Pemilihan lokasi smelter di JIIPE berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Selain luas wilayah, lokasi smelter dekat dengan pelabuhan. Dengan begitu memudahkan proses pengapalan hasil pemurnian konsentrat tembaga. Ketersediaan suplai energi yang dijamin oleh kawasan industri melalui JIIPE. Sementara untuk kapasitas smelternya sama tetap 2 juta ton konsentrat.

Sebelumnya, Freeport sudah mengajukan perpanjangan rekomendasi izin ekspor konsentrat tembaga ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengajuan dilakukan karena rekomendasi yang berlaku selama satu tahun itu akan berakhir pada 15 Februari 2019 nanti. Tapi Freeport tidak merinci berapa jumlah volume ekspor konsentrat tembaga yang diajukan.

"Sudah kami ajukan perpanjangan," kata Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama di Jakarta, (8/1/2018).

Mengenai evaluasi kemajuan smelter dilakukan Kementerian ESDM setiap enam bulan sekali terhitung sejak diterbitkannya rekomendasi ekspor. Setiap evaluasi itu progres smelter minimal 90% dari rencana kerja. Bila tidak mencapai target tersebut maka izin ekspor akan dicabut.[jat]

Komentar

Embed Widget
x