Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 01:14 WIB

Wangi Kopi Indonesia Bukukan Transaksi US$600 Ribu

Jumat, 25 Januari 2019 | 03:09 WIB
Wangi Kopi Indonesia Bukukan Transaksi US$600 Ribu
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Eksportir kopi Indonesia meraih potensi dagang US$600 ribu di Mesir. Komoditas ini cukup banjir peminat di negeri Afrika tersebut.

Mesir memang pasar komoditas kopi nusantara yang sangat potensial. Hal itu terbukti dengan adanya eksportir kopi asal Jawa Tengah, PT Taman Delta Indonesia mampu meraih potensi penjualan kopi setelah melakukan kunjungan dagang ke Mesir selama 10 hari. Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Kairo yang diterima di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Potensi penjualan komoditas itu bahkan mencapai 24 kontainer senilai US$600 ribu. Atau setara Rp8,4 miliar dengan kurs Rp14 ribu per US$.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi menjelaskan, eksportir kopi PT Taman Delta Indonesia melakukan serangkaian misi dagang ke Mesir sejak pertengahan Januari 2019. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka melakukan ekspansi pasar ke Mesir.

"Penjajakan langsung seperti ini sangat penting karena dengan cara seperti ini para pengusaha kita dapat bertemu dan bertransaksi langsung dengan pembeli Mesir," ujar Dubes Helmy di Kairo, Mesir pada Kamis (24/1).

Menurut Dubes Helmy, komoditas kopi asal nusantara memang menjadi primadona di Mesir karena cita rasa biji kopi Indonesia berbeda dengan yang lain. Meski demikian, dia berharap para eksportir kopi tetap menyiapkan strategi pemasaran dan nilai tambah untuk menjaga keberlanjutan penjualan kopi di Mesir.

"Para eksportir tetap harus memiliki cara strategis meningkatkan volume ekspor kopi dan mampu melakukan diversifikasi produk kita di Mesir sehingga nilai tambah ekspor semakin besar," kata Dubes Helmy.

Dia mengatakan KBRI Kairo siap memfasilitasi komunikasi antara pengusaha Indonesia dan Mesir. Apalagi, lanjut dia, Presiden Joko Widodo sudah mengimbau para pengusaha untuk melakukan perluasan pasar di Afrika. Untuk itu, pihak KBRI Kairo untuk tahun ini merencanakan dua forum bisnis RI-Mesir di Kota Kairo dan Alexandria.

"Melalui forum tersebut, pengusaha kita dapat langsung melakukan 'business meeting' dan 'business matching' dengan mitra potensial di Mesir. Dengan begitu, hubungan dagang yang saling menguntungkan antara produsen dan importir kopi dapat terbangun," jelas Dubes Helmy.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menunjukkan bahwa kuantitas ekspor kopi Indonesia ke Mesir periode Januari-Oktober 2018 mencapai 24 ribu ton atau meningkat 18,71% dibandingkan periode sama pada 2017 yang hanya mencapai 20 ribu ton.

Badan Pusat Statistik Mesir (CAPMAS) mencatat impor biji kopi Mesir dari dunia dalam periode JanuariSeptember 2018 sebesar US$89, 894 juta. Dari angka tersebut, kopi asal Indonesia menguasai 47% pasar impor kopi Mesir atau senilai US$42,195 juta.

Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi menambahkan komoditas kopi Indonesia akan tetap mempunyai peluang untuk mendominasi pasar Mesir. Terlebih, konsumsi kopi Mesir terus meningkat. Pada 2018, konsumsi kopi di Mesir mencapai 45.000 ton kopi.

"Saat ini, jumlah peminum kopi di Mesir sudah mencapai 35 persen dari total penduduk yang mencapai 98 juta jiwa. Artinya, pasar ekspor kopi nusantara akan sangat potensial tumbuh positif seiring dengan adanya nilai tambah dari komoditas kita," ujar Irman. [tar]

Komentar

x