Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:15 WIB

Nafsu Kuasai Blok Corridor, Bos Conoco Lobi Jonan

Jumat, 25 Januari 2019 | 09:09 WIB
Nafsu Kuasai Blok Corridor, Bos Conoco Lobi Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - ConocoPhillips masih berminat mengelola Blok Corridor setelah masa kontrak habis 19 Desember 2023. Untuk merealisasikannya, bos perusahaan asal AS itu siap melobi pemerintah.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, mengamini bahwa dalam waktu dekat bos ConocoPhillips akan bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Namun, ia memang tidak merinci maksud pertemuan itu. "Kalau Corridor nanti CEO ConocoPhillips akan datang ke Indonesia, dalam rangka pertama barangkali karena ada pertemuan dengan pak menteri (ESDM), nah beberapa hal yang masih pending saat ini," kata Dwi di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (24/1/2019).

Kendati demikian, kata Dwi pemerintah belum mengambil keputusan siapa yang akan menjadi pengelola. Pasalnya tiga kontraktor yang saat ini memiliki hak partisipasi di sana dan memiliki minat mengelola blok yang jadi salah satu kontributor gas terbesar di tanah air. Ketiga operator tersebut adalah ConocoPhillips, Pertamina, dan Repsol.

"Tiga perusahaan yang di Corridor, jadi untuk mereka supaya menyatukan visi mereka itu yang saya kira perlu kepemimpinan Conoco Phillips nanti memang belum tentu bergabung, nanti kita lihat penawaran yang terbaik," ujar dia.

Saat ini lanjut Dwi, SKK Migas sedang merampungkan evaluasi terhadap proposal yang sudah disodorkan ketiga kontraktor. Ia menyatakan perlu waktu lebih untuk evaluasi. Penyelesaian evaluasi sendiri ditargetkan rampung pada bulan ini. Salah satu poin utama evaluasi adalah terkait biaya pengembangan blok Corridor.

"Sekarang pemerintah sedang menunggu rekomendasi SKK Migas, dari SKK Migas terus berusaha menekan cost, nanti terakhir akan kita sampaikan siapa yang jadi operator. nanti Corridor akhir bulan ini selesai rekomendasinya," kata dia.

Sebelumnya pihak kementerian ESDM menyatakan, bila PT Pertamina (Persero) ingin menjadi pengelola tunggal di Blok Corridor.

Blok Corridor yang saat ini dikelola oleh Conoco Philips kontraknya akan berakhir 19 Desember 2023 nanti. Conoco Philips memiliki hak kelola 54% dan menjadi operator. Sedangkan PT Pertamina memiliki hak kelola sebesar 10 persen dan Repsol Energy sebesar 36 persen.

Sebelumnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar menyampaikan, pemerintah akan memberikan keputusan apakah akan memperpanjang hak pengelolaan Blok Corridor kepada Conoco Philips atau menyerahkan kepada PT Pertamina pada bulan ini.

Mengacu data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), selama Semester I 2018 produksi siap jual (lifting) gas bumi Conoco Philips di Blok Corridor mencapai 841 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari target 810 mmscfd. Namun, hingga akhir tahun produksinya diprediksi hanya mencapai 798 mmscfd.

Ada beberapa lapangan yang beroperasi di blok ini yakni Suban, Sumpal, Dayung, Gelam, Letang, Rawa(Gas), Puyuh, Supat, RebonJaro, Keban, Suban Baru, dan Dangku (minyak). Luas wilayah kerja blok Corridor mencapai 2.360 kilometer-persegi. [ipe]

Komentar

x