Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 04:10 WIB

ESDM Pastikan Perpanjang Kontrak Tanito Harum

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 25 Januari 2019 | 19:35 WIB
ESDM Pastikan Perpanjang Kontrak Tanito Harum
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM memastikan masa operasi PT Tanito Harum, pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambnagan Batu Bara (PKP2B) ini akan diperpanjang. Adapun kontrak berakhir pada 14 Januari 2019 kemarin.

Namum, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono tidak merincikan kapan perpanjangan dilakukan.

Bambang hanya mengatakan, secara prinsip perusahaan sudah memenuhi seluruh persyaratan. Kinerjanya juga bisa dinyatakan baik dari sisi keuangan maupun produksi.

"Pada prinsipnya izin-izin sudah oke. Pokoknya sudah diperpanjang," kata Bambang, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Adapun status Tanito harus berubah dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2014 dan amandemen kontrak yang sudah diteken perusahaan.

Setelah berubah menjadi IUPK, penerimaan negara dari perusahaan tersebut dipastikan lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu, izinnya bisa diperpanjangan maksimal 2 x 10 tahun.

Selain Tanito Harum, ada beberapa pemegang PKP2B Generasi I yang kontraknya akan berakhir dalam waktu dekat. Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Kaltim Prima Coal pada 2021, PT Arutmin Indonesia pada 2020, PT Adaro Indonesia pada 2022, PT Kideco Jaya Agung pada 2023, serta PT Berau Coal pada 2025.

Terkait dengan perpanjangan operasi pascakontrak, pemerintah tak lama lagi akan menerbitkan perubahan keenam PP No. 23 Tahun 2010.

Dalam draft, tidak banyak ketentuan yang diganti. Perubahan lebih menitikberatkan pada penambahan ketentuan maupun detail proses administrasi bagi pemegang KK dan PKP2B yang hendak mengajukan perpanjangan operasi.[jat]

Komentar

x