Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 01:09 WIB

Kurangi Backlog, Sudah Waktunya BTN Genjot KPR

Senin, 28 Januari 2019 | 17:45 WIB
Kurangi Backlog, Sudah Waktunya BTN Genjot KPR
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono (kiri) bersama Komisaris Utama Bank BTN I Wayan Agus Martayasa (kanan) mendampingi Deputi BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Gatot Trihargo - (Foto: inilahcom/Wirasatria)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian BUMN mendorong PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero/BTN) mengerek target kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan non-subsidi.

Agar peran Bank BTN bisa lebih besar lagi dalam membantu pemerintah mengurangi angka backlog yang mencapai 11 juta unit. "Rencana kita akan memberikan dukungan apapun untuk BTN. Masalah backlog perumahan yang ada harus kita tutup, backlog 11 juta unit tambah kebutuhan untuk generasi milenial 70 juta. Ini merupakan pangsa pasar yang luar biasa untuk BTN. Berapa likuditas yang diperlukan oleh BTN, apakah perlu menerbitkan obligasi Rp7 triliun, di mana pada akhirnya BTN bisa menambah kapasitas, minimal double dan triple," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo dalam Rapat Kerja BTN Tahun 2019 di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Gatot menambahkan, untuk mencapai target tersebut, Kementerian BUMN mendorong BTN meningkatkan kapasitas perusahaan. Agar bisa berlari lebih kencang karena kecepatan amatlah penting. "Zaman disrupstion ini semua serba cepat, kalau tidak cepat bisa ketinggalan," ujarnya.

Menurut Gatot, pekerjaan rumah (PR) di Kementerian BUMN jika holding terlaksana, maka ekuitas Bank BTN akan ditingkatkan. Namun perseroan juga harus menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan menyiapkan proses digitalisasi.

"Saat ini digital banking sudah menjadi kebutuhan bagi banyak nasabah di Indonesia dalam melakukan aktivitas perbankan sehari-hari, karenanya digital banking Bank BTN harus kuat dan digarap secara serius lagi," tutur Gatot.

Direktur Utama BTN, Maryono mengungkapkan, tahun ini, perseroan optimistis dapat terus memacu kinerjanya ditengah risiko ketidakpastian ekonomi global yang diperkirakan masih akan berlanjut dan pelaksanaan tahun politik 2019.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan perbaikan proses dan tata kelola bisnis kredit yang lebih prudent untuk persiapan implementasi PSAK 71.

Dijelaskan Maryono, untuk arah kebijakan ini telah disusun strategi bisnis yang dapat membantu pencapaian tujuan dari perusahaan, berfokus kepada pertumbuhan terkendali yang prudent dan berkualitas melalui penguatan pertumbuhan dan profitabilitas bisnis yang fokus pada dominasi kredit perumahan di segmen mass, pertumbuhan dana low cost dan utilisasi digital banking.

"Kami juga akan meningkatkan aspek prudent pada proses bisnis prekreditan untuk persiapan implementasi PSAK 71 dan fokus pada perbaikan kualitas kredit," terangnya.

Maryono menjelaskan, penguatan SDM, manajemen risiko dan infrastruktur juga dilakukan melalui fokus pada peningkatan produktivitas pegawai dan pengembangan kompotensi.

"Hal ini untuk mendukung percepatan pengembangan digital banking dan inisatif digitalisasi proses dalam peningkatan efisiensi serta memperkuat pilar manajemen risiko pada proses bisnis agar meraih pertumbuhan yang berkelanjutan," tegasnya. [tar]

Komentar

x