Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:24 WIB

Tahun Ini, Biodiesel Dijatah 6,2 Juta Kilo Liter

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 28 Januari 2019 | 17:54 WIB

Berita Terkait

Tahun Ini, Biodiesel Dijatah 6,2 Juta Kilo Liter
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan Bahan Bakar Nabati atau biodisel 2019 sebanyak 6,2 juta kilo liter (kl), atau tepatnya 6.197.101 kl .

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), alokasi tersebut untuk pencampuran BBM (B20) periode Januari-Desember 2019.

Hal tersebut berdasarkan Kepmen Nomor 2018 K/10/MEM 2018 yang ditetapkan 29 November 2018. Ada sebanyak 18 badan usaha BBM yang mendapatkan alokasi biodiesel untuk program B20, di mana PT Pertamina mendapatkan jatah 5.304.251 kl, yaitu terbanyak dibandingkan badan usaha lainnya.

Sedangkan untuk pemasok Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel terdapat 19 badan usaha, di mana PT Wilmar Nabati Indonesia memiliki volume terbesar dalam memberikan pasokan yaitu 904.431 kl.

Kebijakan pencampuran BBN berupa biodiesel sebesar 20 persen (B20) ke dalam BBM dinilai mampu menghemat impor solar sebesar 937,84 juta dolar AS sejak September 2018 dijalankan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto memaparkan, penyaluran FAME (Fatty Acid Methyl Ester) Biodiesel selama tahun 2018 mencapai 1,67 juta kl.

Penerapan kebijakan B20 merupakan keseriusan Pemerintah dalam memperhatikan soal ketahanan energi nasional yang juga menjadi masalah serius ke depan, terutama mengurangi dominasi penggunaan bahan bakar fosil.

Di samping kebijakan B20, konversi BBM ke Liquified Petroleum Gas (LPG) juga diterapkan Pemerintah sebagai upaya diversifikasi energi. Data dari Kementerian ESDM menunjukkan total sebanyak 6,55 juta metrik ton (mt) LPG bersubsidi dan 0,99 juta mt LPG nonsubsidi disalurkan sepanjang tahun 2018 ke 530 SPBE PSO dan 103 SPBE Non-PSO. Penghematan yang didapat dari kebijakan konversi ini selama setahun sebesar Rp 29,31 triliun (unaudited).

Dalam laporan kinerja 2018 Kementerian ESDM, tercatat realisasi penjualan BBM mencapai 67,35 juta kl terdiri dari 16,12 juta kl BBM bersubsidi (solar, minyak tanah, dan Premium) serta BBM nonsubsidi sebesar 51,23 juta kl. [ipe]

Komentar

x