Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 13:18 WIB

Proyek Setrum 35 Ribu MW Hanya 8%, Ini Alasannya

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 29 Januari 2019 | 00:29 WIB
Proyek Setrum 35 Ribu MW Hanya 8%, Ini Alasannya
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Realisasi proyek listrik 35 ribu Mega Watt (MW) pada 2018 mencapai 2.899 MW, atau hanya 8% yang sudah beroperasi. Ada apa kok masih rendah sekali ya.

Sementara pembangkit yang masih dalam tahap konstruksi mencapai 18.207 MW, atau sekitar 52%. Sedangkan yang sudah menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), namun belum memasuki tahap konstruksi sebesar 11.467 MW, atau sekitar 32%.

Terkait ini, Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso menyebut sudah sesuai. Sebab, kata dia, pembangunan PLTU membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Bangun pembangkit, PLTU butuh 4 tahun kami bicara 2015 akhir tahun kontrak. Itu sudah sesuai," kata Iwan di sela-sela RDP dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Kata Iwan, beberapa pembangkit yang sudah bisa beroprasi di tahun 2018, karena pengerjaannya dipercepat. Bila tidak, maka pada tahun ini, baru selesai. "Memang beberapa pembangkit yang dipercepat," kata dia.

Menurut Iwan, proyek PLTU ini berbeda dengan pembangunan pembangkit listrik tenga gas uap (PLTGU) dan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG). "Kalau ini hanya perlu waktu 1,5 tahun," kata dia. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x