Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:35 WIB

Rapim Polri

Kepala BKP Paparkan Capaian & Tantangan Pertanian

Rabu, 30 Januari 2019 | 20:30 WIB

Berita Terkait

Kepala BKP Paparkan Capaian & Tantangan Pertanian
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pencapaian bersama lintas sektor dalam pembangunan pertanian selama 2015-2108 antara lain terjaganya inflasi bahan makanan/pangan, bahkan turun sangat signifikan dari 10,57% menjadi 1,26% pada 2017.

Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, mewakili Menteri Pertanian pada Diskusi Panel di Gedung Tri Brata Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Dalam paparan berjudul 4 Tahun Capaian Pembangunan Pertanian dan Tantangan yang Dihadapi ke Depan Agung menjelaskan, nilai ekspor komoditas pertanian juga naik menjadi Rp1.360 triliun atau naik 29,7%, begitu juga nilai investasi sektor pertanian meningkat 110% atau Rp94,2 triliun. "Semua ini tentu berdampak pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional yang meningkat tajam sekitar 47,2% mencapai Rp1.375 triliun," tegas Agung.

Hal yang menggembirakan menurut Agung, Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga meningkat masing-masing 0,22% menjadi 102,25 dan 5,39% menjadi 111,77. "Kondisi ini mendorong angka kemiskinan di perdesaan turun cukup signifikan dari 17,74 juta jiwa menjadi 15,81 juta jiwa, di mana kontribusi sektor pertanian cukup dominan mencapai 70%," jelas Agung.

Agung juga menjelaskan, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Mabes Polri dan stakeholder lain turut berperan memberantas mafia pangan. "Terdapat sekitar 782 kasus mafia pangan dengan 409 orang sebagai tersangka dan 21 perusahaan di blacklist," ujar Agung.

Kinerja Satgas Pangan, lanjut Kepala BKP, sangat berhasil dan membuat stabilitas pasokan dan harga pangan pokok/strategis stabil dan aman. "Keberhasilan ini diakui semua pihak bahwa baru pertama kali dalam sejarah khususnya menjelang, selama dan paska pelaksanaan Hari-hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri harga pangan pokok/strategis sangat stabil, bahkan ada beberapa komoditas yang cenderung turun," tambah Agung.

Agung juga sependapat dengan pandangan para narasumber lainnya, bahwa stabilitas pasokan dan harga pangan harus dijaga bersama antarkementerian dan lembaga. "Bukan hanya persoalan ketersediaan atau produksi bahan pangan saja yang perlu diperhatikan, permasalahan terkait distribusi dari daerah produsen ke konsumen, serta masalah keterjangkauan bahan pangan juga mempengaruhi stabilitas pangan," tegas Agung.

Dalam Diskusi Panel pada rangkaian acara Rapim Polri Tahun 2019 dengan tema "Polri yang Promoter, Siap Mengamankan Pemilu 2019 dan Menjaga Stabilitas Keamanan Dalam Negeri Guna Keberlangsungan Pembangunan Nasional" ini, Agung juga memaparkan berbagai tantangan dan permasalahan secara makro yang dihadapi dalam pembangunan pertanian.

"Alih fungsi lahan pertanian ke nonperhatian sangat tinggi, sekitar 100 ribu hektar per tahun. Perubahan iklim yang ekstrim baik kekeringan atau curah hujan yang tinggi, serta masih banyaknya infrastruktur pertanian yang rusak seperti jaringan irigasi juga menjadi tantangan dalam memproduksi pangan nasional," kata Agung.

Hal lain seperti kepemilikan lahan petani yang sempit, rata-rata hanya 0,3 ha, pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup tinggi, meningkatnya trend urbanisasi sehingga pemuda tidak betah tinggal di desa yang berdampak pada umumnya petani berusia lebih dari 50 tahun akan menjadi tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Agung, diperlukan berbagai terobosan kebijakan, misalnya pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian, dimana Kementerian Pertanian saat ini memiliki Program Serasi atau Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani dengan target 500 ribu hektar di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

"Perkembangan ilmu dan teknologi juga harus dikembangkan untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, misalnya penggunanaan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, combine harvester, dryer, dan lainnya yang akan mendukung efisiensi petani dalam memproduksi bahan pangan," ujar Agung.

Diskusi Panel yang dihadiri para pejabat utama Polri serta Kapolda seluruh Indonesia ini, juga menghadirkan narasumber Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Direktur Utama Perum Bulog, dan Ketua Satgas Pangan Mabes Polri. [*]

Komentar

x