Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 14:53 WIB

Gasifikasi Batu Bara Dinilai Belum Ekonomis

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 1 Februari 2019 | 02:03 WIB
Gasifikasi Batu Bara Dinilai Belum Ekonomis
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM tengah menggalakan nilai tambah batu bara berupa gasifikasi menjadi Dimethyl Eter (DME). Namun, hal ini dipastikan tak akan berjalan baik sebelum ada regulasi.

Sebab, saat ini regulasi gasifikasi batu bara masih sangat terbatas dan belum sampai pada tata cara pelaksanaannya. Belum jelasnya insentif yang akan didapat juga membuat proyek ini dianggap belum ekonomis.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, kajian proyek gasifikasi masih belum ekonomis. Dengan begitu, selain PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), belum ada yang berani memulai proyek gasifikasi untuk skala komersial.

"Dari perangkat insentifnya juga belum disiapkan dari awal. Jadi, kalau berpegang pada regulasi seperti sekarang, ya pasti belum ekonomis," kata Hendra, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Untuk itu, pemerintah harus bergerak merumuskan regulasi untuk gasifikasi sedetail mungkin. Hendra menilai tidak menutup kemungkinan arah industri batu bara akan bergerak pada gasifikasi.

Hal itu seiring terus berkembangnya teknologi yang semakin efisien. "Perubahan industri batu bara ke depan mungkin menuju ke sana (gasifikasi). Dukungan regulasi, insentif, dan teknologi. mungkin akan jadi fokus ke depan," kata dia.

Sebelumnya Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan penghiliran batu bara sudah diatur dalam dalam level undang-undang dan peraturan pemerintah. Namun, dia mengakui belum ada kepastian terkait teknis pelaksanaannya.

Adapun dalam Peraturan Pemerintah 77/2014, baru diatur mengenai jenis-jenis pengolahan batu bara untuk peningkatan nilai tambah yaitu peningkatan mutu (upgrading), pembuatan briket (briquetting), pembuatan kokas (cokes making), pencairan (liquefaction), gasifikasi (gasification), dan coal slurry/coal water mixture.[jat]

Komentar

Embed Widget
x