Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:29 WIB

Lutfi Sebut Capaian Infrastruktur Jokowi 8X SBY

Jumat, 1 Februari 2019 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Lutfi Sebut Capaian Infrastruktur Jokowi 8X SBY
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua BKPM era SBY merasa kagum dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, khususnya di sektor infrastruktur. Jauh lebih baik ketimbang era SBY.

"Di bidang infrastruktur, dari tahun 2014 - 2018, Jokowi sudah membangun lebih dari 22 Gigawatt infrastruktur pembangkit listrik, jalan tol sepanjang 671 kilometer. Atau 161 kilometer per tahun. Delapan kali lebih panjang dibandingkan pemerintah sebelumnya (SBY)," paparnya.

"Dan masih banyak lagi proyek-proyek infrastruktur lainnya yang sudah sangat dirasakan masyarakat. Itu merupakan komitmen Pak Jokowi untuk kemajuan bangsa," imbuh Lutfi yang menjabar dewan pengarah Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Ma'ruf Amin.

Bidang pendidikan, kata mantan Kepala BKPM termuda ini, menjadi program prioritas Jokowi dengan diluncurkannya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pada 2030, 90% workforce akan lulus SMA dan 60% akan lulus sebagai sarjana, hal ini merupakan modal bagi Indonesia untuk bisa keluar dari middle income trap tersebut.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini juga menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan. Hal ini dibuktikan dengan turunnya angka pengangguran dari 5,7% pada 2014, menjadi 5,13% pada awal 2018.

Namun, lanjut Lutfi, ada hal menarik pada 2015, di mana angka pengangguran naik menjadi 5,8%. "Saya terus cari dan mencari, kenapa hutang naik, pengangguran naik di tahun tersebut dan ternyata jawabannya adalah di pembangunan infrastruktur dari pinggir. Jokowi telah membangun Indonesia tidak hanya di pusat atau kota-kota besar saja di seluruh Indonesia, akan tetapi menyeluruh di seluruh pelosok negeri. Pembangunan infrastruktur dari pinggir merupakan suatu pilihan yang sangat sulit, untuk itu kebijakan Pemerintah Jokowi harus diapresiasi," terang Lutfi.

Kini perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik telah terjadi. Angka kemiskinan pada 2014 mencapai 10.96%, turun menjadi 9.66% pada 2018. Angka ketimpangan antara yang miskin dan yang kaya (GINI Ratio) semakin turun dari tahun ke tahun dalam 4 tahun terakhir.

Lutfi mengaku optimis bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan pola pembangunan dari pinggir ala Jokowi, angka kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia akan terus turun dan pada tahun 2045, genap 100 tahun setelah Indonesia merdeka, Indonesia akan menjadi negara nomor 4 di dalam ranking ekonomi dunia. [tar]

Komentar

x