Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 02:21 WIB

Respon Sikap Fed, Investor Pilih Pegang Rupiah

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 1 Februari 2019 | 11:50 WIB
Respon Sikap Fed, Investor Pilih Pegang Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang siang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian memanas dengan menguat 30 poin.

Pada Jumat (1/2/2019) pukul 11:00 WIB, US$1 dibanderol di level Rp13.940, atau menguat 0,21% dibandingkan dengan penutupan pasar spot Kamis.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Nufransa Wira Sakti mengatakan dengan menguatnya nilai tukar rupiah tersebut membuktikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak krisis. "Indonesia tidak krisis, kondisi ekonomi Indonesia sangat baik," ujarnya lewat akun facebook pribadinya, Jumat (1/2/2019).

Dia menambahkan, hal tersebut terjadi setelah Bank Sentra Amerika Serikat, The Fed berlaku konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5%. Dia juga menulis, The Fed menyatakan, komite akan bersabar dalam menemukan kenaikan suku bunga acuan berikutnya.

Sebagai dampaknya, dia menambahkan, arus modal berlarian dari US dan membuat USS melemah. Di kawasan Asia, rupiah menguat paling moncer bila dibanding Ringgit (+0,35%), Dollar Singapura (+0,07%), Baht (+0,53%), Peso (+0,48%), Yen (+0,27%), Yuan (+0,09%) dan Dollar Taiwan (+0,11%).

"Jadi naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat terpengaruh kondisi global, terutama Amerika. Saat rupiah sempat melemah dan nilai dolar melambung tinggi. Beberapa pihak menuduh pemerintah selalu menyalahkan kondisi global terutama naiknya suku bunga The Fed. Padahal memang faktanya seperti itu," jelasnya.

Saat rupiah melemah, pemerintah dan bank Indonesia tidak tinggal diam. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang bertugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selalu berlaku profesional dan independen. Kementerian Keuangan juga membuat berbagai kebijakan untuk memacu ekspor dan mengendalikan impor.

Dia mengatakan, pilihan investor untuk membawa arus modal masuk ke Indonesia tentu saja merupakan bentuk kepercayaan akan stabilitas ekonomi dan keamanan berinvestasi di Indonesia. [hid]

Komentar

Embed Widget
x