Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:27 WIB

Bagasi Berbayar Picu Inflasi, Bos BPS Belum Hitung

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 1 Februari 2019 | 13:55 WIB

Berita Terkait

Bagasi Berbayar Picu Inflasi, Bos BPS Belum Hitung
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta -Kebijakan sejumlah maskapai penerbangan menerapkan bagasi berbayar, dikhawatirkan mendongkrak inflasi. Benarkah?

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengaku belum menghitung faktor bagasi berbayar mendorong inflasi. Karena baru diterapkan bulan depan.

Meski belum dihitung, Kecuk meyakini bakal memengaruhi inflasi. "Harga bagasi naik, harga tiket akan berpengaruh, berapa pengaruhnya belum tahu. Yang menerapkan bagasi (berbayar) hanya (maskapai) tertentu saja," kata Kecuk, panggilan akrabnya di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Kecuk menjelaskan, belum dihitungnya pengaruh inflasi karena aturan ini, karena ya itu tadi, belum diterapkan. Hanya saja, inflasi angkatan udara pada Januari 2019 sebesar 0,02%.

"Pada Januari 2019 tidak biasa (dihitung). penyumbang inflasi, Januari masih 0,02%. Bagasi ini akan menaikkan, seberapa besar belum bisa menebak. Share untuk bagasi ini," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumantri mengingatkan maskapai penerbangan yang ancang-ancang menerapkan aturan bagasi berbayar untuk bersabar. Tunggu sampai peraturan menteri terbit.

Bagi maskapai yang terlanjur memberlakukan pengenaan tarif bagasi, disarankan untuk memberikan diskon agar tidak terlalu membebani konsumen. Sedangkan bagi maskapai yang belum memberlakukan bisa menunda rencana pengenaan sampai peraturan diterbitkan dan berlaku.

Informasi saja, dua maskapai penerbangan yakni Lion Air dan Wings Air sudah memberlakukan aturan bagasi berbayar sejak Selasa (22/1/2019). Sementara, Citilink Indonesia masih menunda hingga waktu yang belum ditentukan. Namun direncanakan berlaku per 8 Februari 2019. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x