Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:30 WIB

Petani Jagung di Kalsel Gembira Nikmati Panen

Sabtu, 2 Februari 2019 | 11:50 WIB

Berita Terkait

Petani Jagung di Kalsel Gembira Nikmati Panen
(Foto: Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Beberapa provinsi di tanah air saat ini sedang panen raya jagung, salah satunya adalah Kalimantan Selatan (Kalsel), tepatnya di di desa Tajau Pecah, Kabupaten Tanah Laut. Para petani sangat senang menikmati hasil panen berlimpah dengan harga baik dan menguntungkan.

Dengan kadar air 28-30 persen jagung di desa ini dibeli oleh pengepul seharga Rp3.500, selanjutnya, dijual ke perusahaan pakan ternak. Harga pembelian tersebut melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp3.250 dan Break Event Point (BEP) dari petani sebesar Rp2 ribu.

Thomas, satu Petani jagung mengaku senang dengan harga yang ditawarkan pengepul. Angka tersebut bisa meningkat menjadi Rp5.300-5.500 jika kadar airnya 16-17 persen.

Menurut Thomas yang juga Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Karya, kelompoknya memiliki lahan jagung 120 ha dengan produktivitas 8 ton/ha.

"Sekali panen saya terima bersih sekitar Rp 7 juta. Saya punya lahan 6 ha. Setahun tanam dua kali," ujarnya.

"Siapa saja yang membutuhkan jagung, bisa datang ke lahan saya," tambah Thomas menawarkan.

Walaupun harga jagung cukup baik, Thomas berharap adanya bantuan pemerintah pusat berupa mesin pengering jagung, agar bisa membantu menurunkan kadar air.

"Disini belum ada dryer, makanya kami masih kesulitan menekan kadar air hasil panen sampai 16-17 persen. Padahal di desa ini ada luasan panen 1.200 ha," tambah Thomas berharap.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultra dan Perkebunan Kab Tanah Laut, Ahmad Mustadi pada kunjungannya ke Desa Tajau Pecah, Kalsel, Jumat (1/2) menyampaikan prakiraan luas panen jagung di Kabupaten Tanah Laut khusus di minggu keempat Januari sekitar 331 ha dengan produksi pipilan 2.015 ton pipilan kering (PK).

Sedangkan pada Februari 2019, petani jagung baru mulai panen raya dan diperkirakan akan ada panen seluas 2.441 ha dan produksi 14.646 ton PK; dan Maret 2019 sekitar 8.507 dengan produksi 55.295 ton PK.

"Bahkan April 2019 masih ada dengan luas skitar 3 ribuan dan produksi 18 ribu ton PK," tambahnya.

Menurut Ahmad pemerintah pusat sudah memberikan beragam bantuan kepada kelompoktani mulai dari benih, pupuk, herbisida dan lainnya. "Kami sangat berterimakasih dengan bantuan tersebut," pungkasnya.[*]

Komentar

x