Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:26 WIB

Dugaan Pelanggaran Fintech

Ada Kebocoran Data Hingga Pelecehan Seksual

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 4 Februari 2019 | 19:33 WIB
Ada Kebocoran Data Hingga Pelecehan Seksual
Pengacara LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebut maraknya laporan terkait layanan financial technology (fintech) abal-abal sudah membuat resah para nasabah.

Pasalnya, sebut LBH banyak nasabah yang merasa terintimidasi dari cara penagihan yang dilakukan perusahaan fintech ilegal, semisal data-data pribadi yang dibocorkan hingga pelecehan seksual kepada para nasabah perempuan.

"Mulai dari bunga yang tinggi tanpa batasan, menagih lewat orang lain, penyebaran foto-foto, hingga pelecehan seksual kepada para nasabah perempuan," kata Pengacara LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora, Senin (4/2/2019).

Bahkan kata Nelson, ada sejumlah perusahaan fintech yang melakukan penagihan diluar kewajaran, yakni nasabah bersangkutan di suruh untuk menjual ginjal untuk bisa membayar utang kepada perusahaan fintech tersebut.

"Ada yang disuruh jual ginjal dan ada korban yang ingin bunuh diri," katanya saat menerima laporan dari masyarakat.

Maraknya kasus-kasus fintech yang nakal ini, lanjut Nelson merupakan dari sikap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang seolah lepas tangan dari keberadaan fintech ilegal.

"OJK seharusnya juga mengawasi yang tidak terdaftar juga, jangan hanya mengawasi yang tidak terdaftar atau ilegal," katanya.

Hal ini tambah Nelson, sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan Nomor 21 tahun 2011 tentang OJK.

Dalam aturan tersebut, OJK bertanggung jawab terhadap seluruh layanan jasa keuangan, namun dalam pertemuan tersebut OJK tidak dapat menegaskan keseragaman sikap ke seluruh penyelenggara aplikasi pinjaman online.[jat]

Komentar

Embed Widget
x