Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 04:52 WIB

E-Commerce Terbebani dengan Kenaikan Tarif Kargo

Rabu, 6 Februari 2019 | 15:23 WIB
E-Commerce Terbebani dengan Kenaikan Tarif Kargo
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Muhammad Feriadi mengatakan, banyak pihak yang akan merasakan dampak dari kenaikan tarif kargo, salah satunya e-commerce atau perdagangan secara elektronik.

"Sekarang ini mungkin kebanyakan perusahan anggota melayani barang-barang yang dijual melalu e-commerce. Jadi yang ada individual seller itu menjual melalui sosial media instagram, Facebook, mereka jual langsung. Ada juga seller yang menjual produknya melalui market place. Dan dari mana pun atau ke mana pun mereka jual produk-produk ini kan harus dikirim. Nah biaya kirimnya ini jadi beban," ujar Feriadi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Menurut dia, besaran kenaikan pengiriman barang ataupun paket dilakukan beragam sesuai dengan kebijakan perusahaan pengirim barang logistik ekspres.

Asperindo sendiri telah mengimbau seluruh perusahaan menyesuaikan ongkos kirim barang agar terjadi persaingan sehat.

"Kita juga sudah sampaikan bahawa kita mendorong perusahaan anggota yang selama ini banyak melakukan pengiriman via udara mengalihkan menggunakan jalur darat. Kami juga merekomendasikan kepada perusahaan anggota yang selama ini kirim melalui udara untuk melakukan penyesuaian. Karena kalau tidak dilakukan tentu ini akan memberikan kendala yang berat bagi kita," jelasnya.

Terkait rencana mogok melakukan pengiriman barang jika tarif karjo tidak turun, Feriadi mengatakan, hal ini masih belum pasti dilakukan. Pihaknya masih menunggu pertemuan dengan maskapai penerbangan untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan satu sama lain.

"Ini saya perlu tegaskan dulu bahwa Asperindo dalam hal ini juga harus membantu anggotanya bertahan. Dengan mencari alternatif moda transportasi lain. Jangan gunakan kata-kata demo lah karena konotasi tidak baik," tandasnya.

Sebelumnya, Maskapai Penerbangan menaikkan tarif Surat Muatan Udara (SMU) secara bertahap sejak pertengahan tahun lalu yang kemudian berdampak pada kenaikan biaya kargo. Tidak tanggung-tanggung biaya kargo mencapai kenaikan 300 persen jika dihitung sejak pertengahan tahun lalu.[jat]

Komentar

x