Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 03:06 WIB

Industri Sawit Nasional Tertolong B20

Kamis, 7 Februari 2019 | 05:09 WIB
Industri Sawit Nasional Tertolong B20
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Permintaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dipastikan meningkat seiring program Biodiesel 20 (B20). Dan, ekspor diperkirakan tetap tumbuh 4%-5%. Ini kabar baik bagi industri sawit nasional.

Demikian pernyataan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono saat paparan kinerja industri CPO dan turunannya 2018 dan prospek 2019 di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Ia memperkirakan kontribusi ekspor CPO dan turunannya, masih akan dominan dibanding penyerapan pasar dalam negeri. "Kalau dalam negerinya meningkat signifikan, paling ekspornya berkurang," kata Joko.

Ia juga memperkirakan, kenaikan produksi CPO 2019 tidak sebesar 2018 yang mencapai lebih dari 4 juta ton. Dari 38 juta ton pada 2017 menjadi 43 juta ton pada 2018. "Produksi normal naik 1,5 juta sampai dua juta ton per tahun," kata Joko.

Berdasarkan data GAPKI, sepanjang 2018 total ekspor CPO dan turunannya mencapai 34,6 juta ton. Atau naik 8% dibanding 2017 sebesar 32,1 juta ton.

Kendati volume ekspor meningkat, secara nilai, justru turun sekitar 11% pada 2018 menjadi US$20, 54 miliar dibandingkan 2017 senilai US$22,97 miliar. "Penurunan nilai ekspor terjadi karena harga CPO turun," kata Joko.

Pada 2017, rata-rata harga CPO sekitar US$714,3 per ton dan pada 2018 turun 17% menjadi rata-rata US$595,5 per ton.

Joko optimistis kendati banyak tantangan di pasar ekspor, terkait antara lain bea masuk yang tinggi di India dan tuduhan subsidi oleh Uni Eropa, peluang peningkatan ekspor sangat terbuka karena banyak negara-negara nontradisional belum digarap optimal seperti Timur Tengah dan Asia Selatan.

"Ini sesuatu yang bagus, pasar domestik kuat, tapi kita tetap kembangkan pasar ekspor," ujar Joko yang berharap program B20 berjalan lancar sesuai target sepanjang 2019. [tar]

Komentar

x