Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:48 WIB

Beras Busuk di Gudang Bulog Tampar Muka Buwas

Kamis, 7 Februari 2019 | 01:46 WIB
Beras Busuk di Gudang Bulog Tampar Muka Buwas
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 6.000 ton beras tak layak konsumsi karena hancur dan busuk di gudang Bulog Sub Divre di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, bikin heboh. Parlemen minta temuan itu diusut tuntas.

Anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro, mendesak agar kasus beras busuk di gudang Bulog ini dibongkar. Sebagai langkah awal, dimulai dengan pengusutan internal oleh Kepala Bulog Budi Waseso. "Penemuan beras busuk di OKU ini harus diinvestigasi dan diusut tuntas," kata Darori Wonodipuro di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Sekedar mengingatkan, sekitar 6.000 ton beras ditemukan membusuk di gudang milik Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Ogan Komering Ulu (OKU) di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (4/2/2019).

Bisa saja, Darori menjelaskan, beras busuk dikarenakan petugas Bulog lamban mendistribusikannya. Hal ini dapat dikarenakan minimnya koordinasi antara Bulog daerah dan Bulog pusat. "Mestinya, ada data di pusat, di daerah mana ada stok atau masih kurang. Dengan data itu kan bisa disebarkan. Nah, ini kan tidak," jelasnya.

Itu sebabnya, Darori meminta, Kepala Bulog untuk melakukan pemeriksaan secara internal. Bila terjadi pelanggaran, dapat dilaporkan ke aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya. "Ditelusuri dulu apa penyebabnya. Kalau begini, pasti ada kesalahannya," lanjutnya.

Darori berpandangan, banyaknya beras busuk di gudang Bulog disebabkan karena kualitas gabah yang dibeli dari petani. Sebab, kualitas gabah buruk, daya tahan beras saat disimpan akan menurun. Sayangnya, kondisi ini tak menjadi fokus dari Bulog. Sebagian gudang Bulog malah menahan pendistribusian beras.

"Jadinya busuk. Kenapa ini dibiarkan?. Saya pernah melihat langsung. Saya bawa beberapa karung dan menunjukannya kepada Kepala Bulog," tambahnya.

Seharusya, kata dia, bila Bulog daerah memiliki stok beras berlebih, segera dibagikan ke daerah lain yang kekurangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah, kerusakan beras.

Hal senada dilontarkan Anggota Komisi IV Ono Surono, mendorong Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengusut tuntas temuan itu. Selain itu, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, melakukan audit internal.
"Sesuai mekanisme dan peraturannya untuk mengatasi hal ini," singkatnya.

Sekitar 6.000 ton beras ditemukan membusuk di gudang milik Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Ogan Komering Ulu (OKU) di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (4/2).

"Terkait 6.000 ton beras tidak layak konsumsi yang ditemukan tim Sergab TNI AD di gudang penyimpanan bulog di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur beberapa waktu lalu, kami akan segera memanggil pihak terkait tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya," kata Anggota DPRD Ogan Komering Ulu, Yopi Syahrudin di Baturaja, Selasa (5/2/2019).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meyakini, pihaknya bisa mengekspor beras ke sejumlah negara. Buwas mengatakan, ekspor beras dilakukan untuk memaksimalkan penyerapan produksi beras dalam negeri saat panen raya pada bulan April hingga Mei 2019.

"Ada beberapa negara yang kita hubungi dan siap untuk membeli karena mereka butuh. Yang jelas ASEAN sudah siap," kata dia pada rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian di Kompleks MPR/DPR Jakarta, Senin (21/1/2019). [tar]

Komentar

x