Find and Follow Us

Senin, 27 Mei 2019 | 11:07 WIB

Kapal Ternak Program Tol Laut Kurangi Susut Sapi

Sabtu, 9 Februari 2019 | 06:09 WIB
Kapal Ternak Program Tol Laut Kurangi Susut Sapi
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sejak beroperasi, kapal ternak yang menjadi bagian program tol laut, berhasil menggerus penyusutan bobot sapi hingga 9%. Alhamdulillah.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani mengatakan, sebelumnya beroperasinya kapal ternak, pengiriman sapi dari NTT ke Jakarta, terjadi penyusutan bobot sapi sebesar 15% hingga 20%.

Setelah ada kapal ternak, penyusutan maksimal hanya 9%. "Itu sebabnya mengapa ternak terutama sapi harus diangkut dengan pelayaran khusus agar tidak stres," kata Fini saat pertemuan dengan Atase Pertanian Indonesia di Bali, Jumat (8/2/2019).

Fini menyampaikan, pemanfaatan kapal ternak merupakan salah satu instrumen untuk mengetahui pasokan sapi dalam negeri dari daerah produsen ke wilayah konsumen.

Selain itu juga mendukung ketersediaan pangan protein hewani. Keutamaan dari kapal ternak di antaranya memenuhi aspek kesejahteraan hewan, kepastian jadwal pelayaran, dan mampu diproyeksikan sebagai sistem monitoring ketersediaan dan tata niaga, sehingga dapat dijadikan salah satu dasar dalam penentuan kebutuhan impor.

"Keberadaan kapal ternak menjadi bagian dari upaya animal welfare karena di kapal khusus itu, sapi-sapi bisa duduk, nyaman, tenang, dan kondisi itu sangat mempengaruhi kualitas daging dan ototnya nanti tidak menjadi keras," kata Fini.

Dengan begitu, peternak sebagai produsen sapi bisa merasakan harga jual sapi yang layak dan konsumen di Jakarta pun bisa merasakan daging sapi yang berkualitas dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Fini menyebutkan, pada 2018, faktor muat (loading factor) enm unit kapal ternak telah mencapai 88 persen, dengan jumlah ternak yang diangkut 30.803 ekor dari 78 pelayaran.

Adapun konektivitas trayek angkutan ternak tahun ini ada enam rute yakni KM Camara Nusantara 1 oleh PT Pelni untuk Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Kupang, KM Camara Nusantara 2 oleh PT ASDP dengan rute Kupang-Wini-Atapupu-Tanjung Priok-Kupang, dan KM Camara Nusantara 3 oleh PT Pelni rute Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Surabaya-Dumai-Cirebon-Kupang.

Selanjutnya KM Camara Nusantara 6 oleh PT Subsea dengan rute Bima-Badas-Parepare-Palu-Balikpapan/Samarinda-Bima dan KM Camara Nusantara 5 oleh PT ASDP rute Celukan Bawang-Tanjung Priok-Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda-Celukan Bawang.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapal, saat ini juga sudah dipersiapkan untuk mendukung pemasaran ekspor, salah satunya adalah ekspor kambing ke Malaysia dengan potensi 60.000 ekor per tahun.

Menurut Fini, langkah ini juga memberikan keuntungan bagi peternak terkait dengan lebih tingginya harga di peternak. Untuk memfasilitasi hal tersebut Kemenhub telah merevisi SK Dirjen Perhubungan Laut tentang jaringan kapal khusus angkutan ternak pada 2018 dengan trayek Surabaya ke Dumai. [tar]

Komentar

x