Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 08:13 WIB

Jelang Debat Capres

Ongkos Kembangkan EBT 30 Kali Biaya Freeport

Sabtu, 9 Februari 2019 | 08:09 WIB
Ongkos Kembangkan EBT 30 Kali Biaya Freeport
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyebut pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia perlu modal besar. Berapa ya?

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi Terbarukan dan Lingkungan Hidup, Fauzi Imron dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (8/2/2019), menyebut angka US$90 miliar untuk bisa mencapai target 23% bauran energi nasional pada 2025.

"Satu-satunya capai porsi EBT dalam bauran energi 23 persen kita butuh sekitar 36 ribu MW, di mana kita butuh modal kurang lebih 90 miliar dolar AS, hampir 30 kali lipat biaya kita take over (mengambilalih) Freeport," kata Fauzi.

Kalau diasumsikan nilai tukar Rp14.000 per US$, modal pengembangan EBT yang disebut Fauzi setara dengan Rp1.260 triliun. Wow.

Saking mahalnya, investor EBT akan berhitung sebelum mencemplungkan modalnya ke sektor ini. Alhasil, capaian energi terbarukan dalam bauran energi nasional, baru 8% dengan pertumbuhan yang rendah dalam tiga tahun terakhir.

Fauzi menyebut, dibutuhkan keseriusan dan komitmen kuat pemerintah mendatang untuk mewujudkannya. "Kecuali kedua calon presiden ini serius, saya rasa semua bisa tercapai," ujarnya.

Fauzi menuturkan, Indonesia kaya akan sumber daya energi baru dan terbarukan mulai dari air, angin, panas bumi, surya hingga biomassa dan arus laut.

Potensi tersebut akan sangat bernilai ekonomi jika bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku energi pengganti energi fosil yang kini harganya semakin mahal dan tidak bisa digunakan terus menerus.

Fauzi berharap isu energi yang akan jadi topik dalam Debat Capres II pada 17 Februari mendatang, bisa memberi pencerahan mengenai komitmen kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

"(Isu) EBT ini komitmen wajib buat semua capres. Semoga ini akan bisa dijalankan siapapun yang jadi Presiden nantinya. Jangan sampai mereka lupakan hal ini," pungkas Fauzi. [tar]

Komentar

x