Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 07:52 WIB

KKP Minta Bea Masuk 0% dari Jepang, Hati-hati Lho

Senin, 11 Februari 2019 | 08:09 WIB
KKP Minta Bea Masuk 0% dari Jepang, Hati-hati Lho
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai wajar meminta pembebasan tarif masuk produk perikanan dari Jepang dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor sektor kelautan dan perikanan.

"Upaya ini wajar dilakukan dalam konteks perdagangan ikan," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim, di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Menurut Halim, permintaan tersebut jangan sampai memicu terjadinya eksploitasi sumber daya perikanan di kawasan perairan Nusantara secara membabi-buta.

Sebelumnya, KKP menginginkan biaya ekspor komoditas kelautan dan perikanan nasional ke Jepang dapat diturunkan melalui penurunan tarif masuk ke Jepang terhadap komoditas tersebut menjadi nol persen, seperti yang dinikmati oleh sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara lainnya.

"Bea impor produk perikanan kita ke Jepang berbeda dengan bea impor dari Thailand dan Vietnam. Mereka bea impornya nol persen, sedangkan kita tujuh persen," kata Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo saat membuka acara Forum Investasi Bisnis Indonesia-Jepang di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (29/1).

Menurut dia, kecemasan terhadap perbedaan tarif impor untuk komoditas ekspor perikanan Indonesia dibanding negara lainnya merupakan kecemasan para pemangku kepentingan nasional.

Nilanto berpendapat, apabila Indonesia mendapatkan tarif impor nol persen dari Jepang, akan sangat membantu kinerja sektor perikanan Jepang.
Apalagi kondisi kawasan perairan Indonesia stoknya pulih kembali, antara lain karena keberhasilan dalam pemberantasan penangkapan ikan ilegal.

"(Penurunan tarif bea impor dari Indonesia ke Jepang) Ini menjadi 'common concern' (perhatian bersama) berbagai pihak, dan ini juga harus menjadi 'common ground' (dasar pemikiran bersama)," paparnya.

Sekjen KKP itu juga mengemukakan tentang eratnya hubungan Indonesia-Jepang yang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun, namun ia juga mempertanyakan mengapa ketika pengusaha swasta yang ingin mengekspor ke sana mendapatkan tarif tujuh persen.

Ia yakin bila tarif impor tersebut diturunkan menjadi nol persen maka investor Jepang yang telah menanamkan modal di Thailand dan Vietnam akan pindah berbondong-bondong ke Indonesia. "Mudah-mudahan kemitraan dari Jepang dan Indonesia terus meningkatkan hubungan yang sudah bagus ini," katanya. [tar]

Komentar

x