Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 01:11 WIB

Penumpang Pesawat Sepi, Luhut Akan Panggil Menhub

Senin, 11 Februari 2019 | 19:21 WIB
Penumpang Pesawat Sepi, Luhut Akan Panggil Menhub
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan akan mendalami penyebab dari tingkat keterisian penumpang (load factor) sejumlah maskapai penerbangan yang mengalami penurunan.

Luhut akan mengecek langsung ke Kementerian Perhubungan soal penyebab kasus ini apakah penurunan tersebut lantaran musim sepi penumpang (low season) atau karena tingginya tarif tiket pesawat.

"Saya belum tahu nanti kita akan cek. Saya baru mau cek ke Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi)," kata Luhut saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti membantah penurunan jumlah penumpang yang terjadi pada periode Januari hingga Februari karena naiknya harga tiket pesawat dan pemberlakuan bagasi berbayar.

"Setiap tahun itu terus seperti ini, angka penumpangnya turun. Jadi, bukan karena tiket, hanya saja kebetulan berbarengan, tiket naik dengan permintaan penumpang yang rendah dan akan normal lagi pada bulan Maret," kata Polana di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Minggu (10/2).

Selain itu, dia juga membantah bahwa belum turunnya anggaran belanja Pemerintah, ditengarai menjadi salah satu faktor penurunan jumlah penumpang pesawat di sepanjang Januari-Februari 2019 ini.

Dia menjelaskan, rata-rata penumpang yang melakukan perjalanan di Bandara Soekarno-Hatta adalah pekerja dalam kegiatan Pemerintahan.

Sejak awal Januari, untuk maskapai Lion Air ada 138 penerbangan batal, Wings Air 69 penerbangan, Batik Air 38 penerbangan, dan Malindo Air satu penerbangan yang batal.

Sementara untuk maskapai Garuda Indonesia ada 129 pembatalan penerbangan, dan Citilink 56 penerbangan yang batal. Selanjutnya ada maskapai luar negeri Scoot yang tercatat ada dua penerbangan dibatalkan.

Penerbangan yang paling banyak dibatalkan terjadi di rute Pekanbaru-Jakarta yakni sebanyak 245 penerbangan, kemudian ke Batam ada 94, Jambi sebanyak 31, Medan ada 21, Padang sebanyak 14, serta rute tujuan Padang, Dumai dan Palembang masing-masing ada 8 penerbangan batal.

Penerbangan internasional yang batal antara lain dua penerbangan tujuan Singapura, serta tujuan Malaysia dan Jeddah masing-masing satu penerbangan.[jat]

Komentar

x