Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:27 WIB

Saran Jonan Soal Distribusi LPG Bukan Barang Baru

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 12 Februari 2019 | 11:00 WIB

Berita Terkait

Saran Jonan Soal Distribusi LPG Bukan Barang Baru
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mengusulkan pendistribusian LPG subsidi (3 kg) menggunakan kartu. Untuk menghindari penyalahgunaan barang bersubsidi.

Tapi, kata Jonan, metode seperti ini masih dilakukan pembahasan. Kata Jonan, agar penyaluran LPG 3 Kg tepat sasaran perlu dilakukan perubahan pola penyalurannya. Yakni menggunakan kartu. "Saya sebagai menteri (ESDM) telah mengusulkan, kini sedang dibahas, Elpiji 3 kg ini diberikan subsidi langsung," kata Jonan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurut Jonan, kartu itu dibagikan pada masyarakat yang berhak mendapatkan. Sementara harga LPG yang dijual hanya satu harga, tidak lagi ada perbedaan antar subsidi dan non subsidi.

Nah, yang membedakan itu masyarakat yang memiliki kartu akan mendapat potongan harga, karena ditomboki subsidi yang terisi di kartu. "Jadi harga per Kg yang sama. Jadi penerima subsidi ini betul-betul tepat sasaran. Ini bukan soal distribusi semata, karena distribusi ini sulit sekali," ujar dia.

Jonan pun berharap, gagasan tersebut bisa direalisasikan, sehingga penyaluran subsidi Elpiji tepat sasaran dan penyalahgunaan Elpiji bersubsidi bisa berkurang. "Mudah-mudahan ini kebijakan ini bisa jalan. Kami sangat mendorong subsidinya ini subsidi langsung," kata dia.

Sebelumnya diakui harga LPG subsidi 3 Kg sulit diseragamkan baik oleh Pemerintah ataupun Pertamina (Persero). Maka dari itu, harga LPG 3 Kg berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah yang lainnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengtakan, itu karena perusahaan hanya berkontrak dengan agen. Dan melakukan pengawasan ke agen sampai pangkalan. Sementara distribusi dari pangkalan ke masyarakat pihaknya tidak bisa mengontrol. "Kalau ada realisasi yang harganya diiluar dan lebih tinggi, di beberapa tempat, betul terjadi," kata Nicke dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dia mengatakan, harga pembelian di agen dan pangkalan resmi Pertamina menggunakan harga resmi LPG 3 kg rata-rata yaitu Rp 16.500 per tabung. Harga Eceran Tertinggi (HET) masing-masing daerah pun berbeda. Tergantung kebijakan masing-masing pemerintah daerah.

Pertamina kata Nicke hanya mampu melakukan pengawasan terbatas. "Dalam mekanisme monitoring, sebagai langkah antisipasi, kami juga ada call center," ujar dia. [ipe]

Komentar

x