Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 01:18 WIB

Holding Migas Rampung, Saka Energi Dilanda Galau

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 12 Februari 2019 | 11:38 WIB
Holding Migas Rampung, Saka Energi Dilanda Galau
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Meski Holding BUMN sektor Migas telah selesai, namun poisisi PT Saka Energi Indonesia sampai sekarang, masih belum jelas.

Direktur Utama PT PGN Gigih Prakoso mengatakan, bahwa perusahaan telah membahas valuasi aset Saka dengan induk holding, yakni Pertamina. Bahkan menurutnya PGN telah sampaikan hasil kajian terhadap valuasi aset sejak beberapa bulan lalu.

"Masih dalam pembahasan. Pembicaraan sudah ada, sudah kita kasih untuk melakukan due diligence tapi belum ada pembicaraan lebih lanjut. Sudah kita sampaikan beberapa bulan yang lalu, harusnya sudah selesai," kata Gigih di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurut Gigih PGN saat ini hanya tinggal menunggu keputusan dari induk holding migas. Menurut dia, dilihat dari sisi bisnis Saka di sektor hulu ini, memang cocok untuk diintegrasikan dengan beberapa anak usaha Pertamina yang juga bergerak di sektor hulu. "Kan Pertamina punya upstream (anak perusahaan), idealnya kan harus diintegrasikan," ujar dia.

Selain ditawarkan ke Pertamina ada opsi lain sebenarnya yang dikaji PGN untuk memutuskan posisi Saka termasuk diantaranya seperti wacana untuk melepas Saka secara terbuka atau Initial Public Offering (IPO)

Gigih menyatakan, valuasi seharusnya sudah dilakukan Pertamina sehingga kelanjutan pembahasan posisi Saka masih harus menunggu hasil valuasi Saka dari Pertamina sebagai induk holding migas. "Saya tidak tahu (valuasi) kalau itu kan tim nya Pertamina yang lakukan. Meskinya udah selesai," kata Gigih.

Saka Energi tercatat mempunyai hak partisipasi (participating interest) pada delapan aset atau wilayah kerja (WK) migas. Kesembilan WK migas tersebut adalah Blok Pangkah, South Sesulu, Bangkanai, West Bangkanai, Ketapang , Muriah, Muara Bakau dan Lapangan Fasken di Texas, Amerika Serikat. Bahkan, Saka juga secara resmi telah mendapatkan WK migas baru hasil lelang 2017, yakni WK West Yamdena dan Pegawai. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x