Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:04 WIB

Penggunaan Gas Bumi Diperbesar Ketimbang LPG

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 12 Februari 2019 | 16:54 WIB
Penggunaan Gas Bumi Diperbesar Ketimbang LPG
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dorong masyarakat menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar rumah tangga. Karena lebih efisien dibandingkan LPG.

Selain itu, beralinya masyarakat dari LPG ke gas bumi, maka akan mengurangi nilai impor LPG. Di mana, konsumsi LPG mencapai 6,9 juta ton per tahun. Sebesar 4,7 ton dipenuhi dari impor.

Ke depan, kementerian dan instansi tekait akan membangun jaringan gas ke rumah-rumah untuk memudahkan masyarakat memasang gas bumi. "Sekarang kita (impor) 4.5-4.7 juta ton per tahun. Kebutuhan kita 6 juta sekian maka tergantung berapa banyak yang bisa kita lakukan pembangunan jargasnya," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Kemudian, harga gas bumi juga jauh lebih murah ketimbang LPG. Maka, masyarkat akan jauh lebih hemat daripada memakai LPG.

"LPG selain impor, juga harganya lebih mahal. Satu contoh, untuk sekian ribu rumah. Harga yang kita dapatkan kalau 1 MMSCFD, bisa mengaliri 35-40 ribu rumah. Kalau 1MMSCFD itu, kalau 1 MMTBU itu sekitar USD 7-8 dikonversikan menjadi 1 MMSCFD sekitar USD 6000 per MMSCFD. Itu bisa untuk 35-40 ribu rumah," ujar Arcandra.

Diretur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso menjelaskan, penghematan menggunakan gas bumi. Di mana, LPG ukuran 12 kilo gram (kg) non subsidi setara dengan 15 meter kibik (m3) dengan gas bumi, sementara konsumsi normal rata-rata rumah tangga tangga per bulan sekitar 10 m3. Jika dengan konsumsi LPG 12 kg sebanyak10 m3 sekitar Rp80 ribu, sedangkan gas bumi sekitar Rp40 ribu.

"Kalau 10 m3 dengan harga Rp 4.000 per m3, jadi cuma Rp 40.000, nah kalau dibandingkan dengan yang 12 kg tadi itu 80 ribu bedanya," kata dia. [ipe]

Komentar

x