Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 02:57 WIB

Bos DPR Berharap Investasi Manufaktur dari Jerman

Oleh : Ahmad Barok | Rabu, 13 Februari 2019 | 05:09 WIB
Bos DPR Berharap Investasi Manufaktur dari Jerman
Ketua DPR Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengajak Jerman, sebagai salah satu negara dengan ekonomi terkuat di Eropa, untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Khususnya sektor manufaktur.

Pada 2017, nilai investasi Jerman di Indonesia untuk sektor manufaktur mencapai US$79,3 juta dengan total 108 proyek. Proyek investasi Jerman tersebut didominasi oleh sektor industri baja dan mesin, kimia dan farmasi serta otomotif.

"Presiden Joko Widodo dua kali berkunjung ke Jerman, tahun 2016 dan 2017. DPR RI senantiasa mendukung berbagai kesepakatan yang telah dicapai oleh kedua negara untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo saat menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, HE Peter Schoof di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Selasa (12/02/19).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Kepala Bidang Politik Kedutaan Jerman Mr. Martin Eberts, Wakil Kepala Bidang Politik Kedutaan Jerman Jans Hoch. Sedangkan Ketua DPR RI ditemani Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung.

Bamsoet menilai, peningkatan investasi Jerman di Indonesia sangat penting guna mengimbangi defisit perdagangan dalam hubungan dagang Indonesia - Jerman. Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2016 terjadi defisit US$520,8 juta. Setahun kemudian defisit US$869,8 juta dan tahun 2018 defisit naik lagi hingga di atas US$1 miliar.

"Di tahun 2019 ini, DPR RI berharap defisit tersebut bisa diperkecil. Jerman harus bisa memberikan kemudahan atas masuknya berbagai barang ekspor unggulan Indonesia. Seperti minyak kelapa sawit, alas kaki, peralatan elektronik, pakaian dan asesoris pakaian, karet dan produk dari karet, mesin-mesin mekanik, kopi, teh dan rempah-rempah, alat fotografi, kayu dan mebel. Kerjasama berkeadilan harus menjadi semangat dalam membangun hubungan dagang Indonesia - Jerman," papar Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan kebumen ini juga menyambut positif kerja sama antara German Research Center for Geosciences dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam bidang pengembangan Ilmu pengatahuan dan Teknologi dan Pengembangan energi panas bumi. Pada bulan Januari 2019, pihak Jerman telah melakukan serah terima asset Pilot Plant PLTP Binary Cycle 500 kilo Watt kepada Pemerintah Indonesia di Tomohon, Sulawesi Utara.

"Sebagai wilayah yang berada di 'ring of fire', menjadikan Indonesia memiliki potensi geotermal yang sangat besar sekali, mencapai 29.215 GWe. Pemanfaatannya bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dan fosil, serta membantu pencapaian target emisi dan kelestarian lingkungan. Kita mengundang Jerman untuk lebih ambil bagian lagi terhadap pemanfaatan geotermal tersebut dengan mengedepankan prinsi keadilan dan saling menguntungkan," urai Bamsoet. [ipe]

Komentar

x