Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:16 WIB

Tiket Pesawat Berpotensi Turun Lagi

Rabu, 13 Februari 2019 | 15:02 WIB

Berita Terkait

Tiket Pesawat Berpotensi Turun Lagi
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan adanya kemungkina jika harga tiket pesawat akan diturunkan. Namun hal itu terkait dengan harga avtur yang dinilai pelaku industri mahal.

"Avtur sebenarnya di luar kewenangan kami. Tp kami sudah lakukan rapat dengan pertamina aviasi. Mereka menyampaikan bahwa harga avtur mereka sudah kompetitif, tetapi ada beberapa komponen harga yang bisa diturunkan," Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, dari hasil diskusi pihaknya dengan pihak maskapai soal naiknya harga tiket disebabkan karena harga avtur.

"Kalau harga avtur turun otomatis komponen biaya jadi berpengaruh. Seharusnya mereka melakukan penyesuaian kembali. Mengenai berapa penurunannya, saya belum bisa kasih info karena sekarang sedang dilakukan pengkajian oleh litbang. Hari ini dan besok kita panggil maskapai untuk lakukan penghitungan kembali terhadap tarif tersebut," tambah dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wajar apabila harga tiket pesawat naik karena menyesuaikan tingginya harga avtur. Sebab, dia menilai dari 35 persen ongkos pesawat tersebut masuk dalam hitungan bahan bakar maskapai penerbangan tersebut.

"Saya kira walaupun bersaing mereka juga harus tetap menghitung biaya tetapnya, ada harga pokok daripada avtur itu. Karena 35 persen daripada ongkos pesawat itu avtur kan," ujarnya saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Dia menilai, harga tiket pesawat di Indonesia selama ini masih tergolong sangat murah apabila dibandingkan dengan negara-negara lain. Apalagi, kata dia, banyak promo-promo yang ditawarkan oleh sejumlah Airlines untuk penerbangan murah.

Murahnya harga pesawat tersebut, kemudian membuat beban perusahaan semakin besar. Bahkan tak jarang beberapa maskapai penerbangan justru mengalami bangkrut. "Apalagi kalau ditarik murah, beberapa airlines yang tutup ada Batavia dulu, ada Adam Air ada Merpati ada Mandala, ada semua kan tutup bangkrut," katanya.[jat]

Komentar

x