Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:49 WIB

Pengusaha Keluhkan Kebijakan Ekonomi Berubah-ubah

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 14 Februari 2019 | 15:01 WIB
Pengusaha Keluhkan Kebijakan Ekonomi Berubah-ubah
Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Suryani Sidik Motik - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Suryani Sidik Motik mengungkap, selama masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) banyak kebijakan yang berubah-ubah.

Selain perubahan, kebijakan yang dibuat juga mempersilit para pelaku untuk usaha menjalankan usahanya. Hal ini lantaran tidak ada koordinasi yang baik antara lintas kementerian.

"Bayangkan, ini semrawutnya di Indonesia peraturan itu kalau sudah melibatkan 7 menteri, kami harus keliling ketujuh menteri, mohon maaf lahir batin menkonya enggak jalan, gitu," kata Suryani pada acara yang bertajuk "Protret Ekonomi di Tahun Politik" di TvOne, Rabu (13/2/2019) malam.

Bahkan, saking ribetnya dia pun pernah ngadu ke Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk berkeluh kesah mengenai masalah ini. Setelah ketemu Wapres baru masalah itu bisa diatasi. Meskipun tidak semua keinginan pengusaha terpenuhi. Dan akhirnya pengusaha pun gulung tikar karena tidak mendapat kepercayaan lagi dari buyer.

"Bayangkan kita orang Indonesia. Saya di Kadin punya akses lapor ke Wapres "you sudah bicara sama siapa" saya keliling 7 menteri akhirnya turun US$3 akhirnya buyer teriak, kami kena finalti, tutup," kata dia.

Anehnya, di kesempatan lain pemerintah kembali mendekati sejumlah pengusaha untuk menawarkan berusaha. Lantaran trauma dengan kebijakan yang ribet itu, kata dia, pengusaha menolak.

"Terakhir dideketin lagi, you mau usaha lagi engga. Waduh ampun deh. Kalau perubahan kebijakan gonta-ganti kan usaha itu jangka panjang kita kalau mau ekspor punya kontrak satu tahun, enggak mungkin bulanan. Kalau misalnya sudah cedera, kan pengusaha yang dipegang janjinya kalau sudah cedera satu dua kali untuk membangkitkan lagi setengah mati," kata dia.

"Nah ini yang saya lihat di pemerintahan Jokowi, niatnya baik tapi kok kelihatannya koordinasi antara satu menteri dengan menteri lain (kurang baik)," kata dia. [hid]

Komentar

x