Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:30 WIB

Bedah Ekonomi, Staf Jokowi Bikin Sewot Kwik

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 14 Februari 2019 | 16:20 WIB

Berita Terkait

Bedah Ekonomi, Staf Jokowi Bikin Sewot Kwik
Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Darmawan Prasodjo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ada yang menarik dalam diskusi ekonomi bertajuk "Potret Ekonomi di Tahun Politik" yang diselenggarakan salah satu teveisi nasional, Jakarta, Rabu (13/2`2019) malam.

Pernyataan Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Darmawan Prasodjo bikin sewot mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie. Hari ini (Kamis, 14/2/2019), ekonom senior Rizal Ramli melalui akun twitter mencuitkan keheranan atas sikap keras yang tak lazim ditunjukkan Kwik Kian Kie. "Pak Kwik yang biasanya selalu santun dan senyum, kesel sekali karena Darmo (Darmawan Prasodjo) ngelantur, banyak oratory, dan banyak data ngawur," kata Rizal Ramli di akun Twitter, Kamis (14/2).

Kebetulan, Rizal Ramli, Kwik Kian Gie dan Darmawan Prasodjo menjadi narasumber dalam diskusi tersebut. Saat closing statement, Kwik geregetan dengan pernyataan Darmawan.

Sampai keselnya, mantan Kepala Bappenas ini melontarkan kata-kata pedas. Intinya, pernyataan Darmo memperlihatkan seolah-olah para peserta yang hadir dalam forum diskusi itu adalah orang bodoh.

"Saya ini pernah menjabat Menko Ekuin, pernah menjabat Menteri Bappenas, terutama Bappenas yang saya sebut. Malam ini kok saya mendapat kesan, mereka itu (peserta yang hadir) tolol semua. Setelah mendengar pak Prasodjo, goblok semua, Bappenas itu dungu semua," ujar Kwik.

"Ini yang benar pak Rocky Gerung yang mengatakan yang lain dungu, atau pak Prasodjo semuanya dungu. Kecuali yang ada di sana," tambah Kwik menutup pernyataanya.

Sebelumnya, ekonom senior Faisal Basri yang juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu, juga sempat menyemprot Darmo. "Yang ditanya apa, yang dijawab apa, ini menunjukkan betapa hebatnya mas Darmawan. Soalnya yang ditanyakan proyek tol, LRT, itu yang dipermasalahkan bank Dunia. Karena ada pembangunan yang tidak lewat RPJM. Hal itu yang menimbulkan masalah," ungkapnya.

Darmawan Prasodjo pada kesempatan itu beberapa kali menjelaskan, latar belang pembangunan proyek infrastruktur Jokowi dan dampaknya bagi masyarakat. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x