Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:32 WIB

JK Prediksi Ada Maskapai Bangkrut Jika Tiket Murah

Kamis, 21 Februari 2019 | 15:58 WIB
JK Prediksi Ada Maskapai Bangkrut Jika Tiket Murah
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memprediksi akan ada maskapai yang kembali bangkrut jika tetap mempertahankan harga tiket murah.

JK menilai dengan kondisi saat ini yang diperlukan bukan hanya membuat harga tiket menjadi murah, melainkan membuat adanya keseimbangan bagi masyarakat dan maskapai.

"Artinya tidak memberatkan masyarakat tetapi juga bisa menghidupi maskapai," katanya ketika menjawab pertanyaan sejumlah gubernur yang mengikuti Rapat Kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/2/2019).

JK menilai penerbangan murah atau Low Cost Carrier (LCC) terbukti lebih banyak membuat maskapai bangkrut dari pada tumbuh, sebut saja Mandala, Batavia Air, Adam Air, dan banyak maskapai sejenis.

Beberapa maskapai lain sekarang juga telah bergabung dan berada dalam dua grup saja, Garuda Indonesia dan Lion Air Group.

Menurut Wapres, jika dipaksa terus untuk menerapkan tiket murah, kemungkinan dua maskapai yang masih ada bisa bangkrut juga hingga pesawat untuk melayani penerbangan di Indonesia tidak ada lagi. Hal itu akan memicu lebih tingginya harga tiket dari pada yang berlaku saat ini.

Pemerintah katanya, bukan tidak berupaya memberikan keseimbangan itu, Garuda Indonesia bahkan telah menurunkan tarif hingga 20 persen. Namun belum maksimal menurunkan tarif hingga normal seperti sediakala.

Persoalan tingginya harga tiket sudah menjadi keluhan masyarakat secara nasional yang direpresentasikan oleh sebagian gubernur pada Rakernas APPSI 2019.

Sektor pariwisata disebut menjadi yang paling keras menerima imbas dari kebijakan tiket mahal itu. Namun Kementerian Perhubungan memastikan tarif yang ditetapkan oleh maskapai itu masih dalam batas atas sesuai aturan yang ada.

Rakernas APPSI di Padang 20-22 Februari 2019 dihadiri oleh gubernur atau yang mewakili se-Indonesia.[jat]

Komentar

x