Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:13 WIB

Habis BBM Satu Harga, Terbitkan Avtur Satu Harga

Senin, 25 Februari 2019 | 08:09 WIB
Habis BBM Satu Harga, Terbitkan Avtur Satu Harga
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Tamsil Linrung mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menelorkan aturan avtur satu harga. Agar harga tiket pesawat turun.

Dalam rilis, Jakarta, Sabtu (23/2/2019), Tamsil menyatakan, pemerintah sebenarnya bisa membuat kebijakan avtur satu harga. Politisi PKS menyebut PT Pertamina (Persero) bisa menjalankan penugasan pemerintah yakni program BBM satu harga, karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Oleh karena itu, lanjutnya, mengapa kebijakan penugasan yang sama juga tidak dilakukan kepada Pertamina dalam bentuk menjaga tingkat harga avtur. Ia berpendapat bahwa bila pemerintah ingin membandingkan harga dengan Singapura, maka harus dilihat terkait pajak pertambahan nilai (PPn).
"Jika Pertamina dibebaskan dari PPn, maka keuntungan akan lebih banyak. Apabila hal-hal yang memberatkan itu telah dicabut, maka Pertamina bisa memberikan harga sama dengan negara tetangga juga memungkinkan penerbangan asing itu untuk mengisi avtur di Indonesia," tuturnya.

Tamsil mengingatkan bahwa tingginya harga avtur juga berimplikasi pada mahalnya tarif tiket penerbangan, sebab 40 persen dari harga tiket digunakan untuk pembiayaan avtur.

Sebagaimana diwartakan, sejumlah kalangan meminta maskapai penerbangan nasional menurunkan harga tiket pesawat menyusul penurunan harga avtur.

"Agar adil, seharusnya maskapai juga menurunkan harga tiket pesawat. Ujungnya membantu masyarakat umum dalam beraktivitas sehingga roda ekonomi pun berputar," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, di Jakarta, Rabu (20/2).

Apalagi, lanjutnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah mengimbau maskapai agar menurunkan harga tiket, sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan penerbangan untuk bertahan dengan harga tiket tinggi, yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Menyinggung angka atau jumlah penurunan harga tiket maskapai, Mamit menyebut 10-15% dinilai sudah wajar. Dengan adanya penurunan harga dari Rp8.210 menjadi Rp7.960 per liter di Bandara Soetta, maka harga avtur Pertamina saat ini jauh lebih murah dibandingkan di Bandara Changi Singapura, seperti selama ini kerap dikeluhkan maskapai.

Sebelumnya, Menhub Budi berharap agar penurunan harga avtur tersebut diikuti dengan kebijakan maskapai mengkaji ulang tarifnya. Apalagi pada dasarnya tarif tiket pesawat mayoritas masih dipengaruhi oleh avtur.

Permintaan agar harga tiket turun juga datang dari masyarakat, salah satunya Iskandar Zulkarnain, membuat petisi melalui change.org dan meminta kepada para pengambil keputusan untuk segera menurunkan tarif tiket pesawat. [tar]

Komentar

x