Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:57 WIB

Korban Tambang Bolmong 8, Jonan Baru Kirim Orang

Kamis, 28 Februari 2019 | 14:09 WIB
Korban Tambang Bolmong 8, Jonan Baru Kirim Orang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah kejadian longsor tambang emas di Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara menewaskan delapan orang, Kementerian ESDM baru mengirim inspektur tambang. Waduh gawat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Ignasius Jonan mengutus sejumlah inspektur tambang guna melakukan inspeksi longsornya tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kecematan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Menurut data yang disampaikan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Rabu (27/2/2019), jumlah korban meninggal sebanyak delapan orang. "Kementerian ESDM sudah mengirimkan tiga orang inspektur tambang untuk inspeksi penyebab longsor dan membantu proses evakuasi," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Kementerian ESDM mengklaim telah bergerak cepat dengan berkirim surat kepada Pemprov Sulawesi Tengah untuk menertibkan pertambangan ilegal di wilayah tersebut. "Kami sudah berkirim surat atas nama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara agar masalah ilegal tambang cepat selesai," jelas Agung.

Agung menegaskan permasalahan tambang ilegal ini murni dalam ranah hukum. "Kementerian ESDM hanya membina dan melakukan pengawasan bagi pertambangan legal, kalau ilegal tambang itu ranah hukum," tegas Agung.

Terkait tambang ilegal ini, lanjut Agung, Kementerian ESDM juga selalu melakukan koordinasi dengan para penegak hukum jauh-jauh hari sebelum kejadian longsor.

Atas kejadian tersebut, Agung menuturkan, Pemerintah khususnya Kementerian ESDM turut menyampaikan berbelasungkawa. "Kita turut berduka cita sedalam-dalamnya atas bencana longsor tersebut," tutupnya. [tar]

Komentar

x